_

Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rapat Kordinasi Pengembangan Perfilman di IPC Corporate University, Bogor, Jawa Barat.

Foto : HW

Kegiatan digelar selama tiga hari dimulai sejak 13 sampai 15 Maret 2019, dihadiri para undangan dan peserta berbagai kalangan, mulai dari asosiasi, komunitas, perguruan tinggi, dan stakeholder perfilman dari berbagai daerah.

Rakor Pusbangfilm bertujuan untuk menjalin fungsi antarlembaga dalam upaya menciptakan program selama setahun ke depan.

Selain itu rakor yang keempatkalinya diadakan Pusbangfilm ini menargetkan tercapainya percepatan dalam pelayanan terutama di bidang perizinan memasuki era digital industri 4.0.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam rapat kerja kali ini, antaranya praktisi film Niniek L Karim, kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemdikbud Gogot Suharwoto Ph D, direktur keamanan diplomatik kemenlu Teguh Wardoyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dr H Dedi Taufik MSi.

Kapusbangfilm DR Maman Wijaya hadir membuka resmi Rakor dengan menyaksikan pemukulan gong oleh Niniek L Karim.

Menurut Maman Wijaya, ada enam topik yang akan dibahas dalam rakor ini, yakni: penyelamatan media seluloid, peningkatan kualitas SDM Perfilman, Kajian dan pendataan perfilman, regulasi dan layanan perijinan perfilman, fasilitasi pengembangan perfilman, dan peningkatan apresiasi perfilman Indonesia.

“Saya harapkan dibuat kelompok-kelompok yang akan membahas ini, dan membuat perencanaan yang bisa dilakukan bersama. Jangan membuat perencanaan yang tidak bisa kita laksanakan,” kata Maman Wijaya.

Share This: