Christine Hakim: Perhatikan Papua!

Christine Hakim (Foto: HW)
_

Sebagai provinsi yang terletak paling Timur di Indonesia, Papua bukan saja memiliki jarang yang paling jatuh dari ibukota; tetapi bila membandingkan kemajuan Jakarta dengan Papua, ibarat bumi dengan langit.

“Karena itu kita tidak boleh lupa dengan Papua, mereka adalah saudara kita. Ayo kita perhatikan,” kata artis senior Christine Hakim, usai pemutaran film Boven Digoel yang dibintanginya di Jakarta, Senin (6/2). Dalam film itu artis kelahiran Kuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1956 ini berperan sebagai Mama, ibu dari Dokter John, tokoh utama dalam film tersebut.

Bukan soal ikut membintangi film Boven Dogoel, menurut Christine, yang membuatnya memiliki perhatian terhadap Papua. Jauh sebelum itu ia sudah memiliki keperdulian terhadap Papua.

“Memang berawal dari demonstrasi mahasiswa di Universitas Cendrawasi, Uncen, Jayapura. Waktu itu kok saya berpikir jadi begini. Akhirnya saya paham, bahwa saudara-saudara kita di Papua perlu perhatian. Sejak saat itulah saya bertekad untuk mendirikan sekolah di Papua,” katanya.

Maka ketika dirinya ditawari untuk main dalam film Boven Digoel, Christine langsung menerima, karena ia ingin mendukung apa pun yang dilakukan di Papua.

Film Boven Digoel sendiri merupakan produksi perusahaan film dari Papua, Foromoko Film. Perusahaan itu berdiri di Papua, dan untuk film produksi perdananya ini juga dibuat di Papua, dengan sebagian besar pemain-pemain dari Papua.

“Melalui film ini saya ingin membangun Papua dengan cara yang lain. Bukan pembangunan Papua melahirkan film, tapi film untuk mendorong pembangunan di Papua. Walau pun banyak pemain baru, saya lihat luar biasa. Jadi hati-hati ya yang di Jakarta, para pemain baru saja sudah bagus mainnya, apalagi kalau mereka sudah berpengalaman,” tambah Christine.

Meski pun film ini hanya mendapat 15 layar di seluruh Indonesia, Christine mengajak seluruh pemain maupun produser untuk realistis, karena ada factor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan. “Siapa tahu film ini bisa seperti film Uang Panai, walau pun hanya diputar di Makassar, penontonya bisa mencapai enam ratus ribu orang,” katanya. ***

 

 

Share This: