2 Juta Wisatawan, Target Kunjungan ke Kepulauan Seribu

_

Kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu, Jakarta, terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun 2016 lalu 800 ribu wisatawan yang datang, tahun ini pemerintah menargetkan 2 juta wisatawan yang datang. Sementara wisatawan mancanegara masih dikisaran 250 orang, tahun 2017 ini bisa mencapai 5000 orang. penyebaran wisman salah satunya suka ke Pulau Macan, sedangkan wisatawan Nusantara (wisnus) lebih banyak ke pulau yang ada masyarakatnya.

Guna memuluskan target tersebut, pemerintah Kepulauan Seribu lakukan berbagai persiapan untuk memberikan kenyaman bagi wisatawan. Salah satu yang utama adalah memenuhi pasokan kebutuhan listrik, yang saat ini ketersediannya masih minim.

“Yang pertama adalah menyiapkan kebutuhan listrik. Kita sudah siapkan kabel listrik bawah laut yang sekarang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat,”ungkap Asisten Pemerintahan Kepulauan Seribu, Kusmanto kepada Balaikita, saat ditemui di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Sabtu Malam, (22/4/2017).

Sebagai salah satu destinasi dari 10 destinasi prioritas, Kepulauan Seribu tengah menyiapkan beberapa fasilitas untuk dapat menunjang kegiatan wisatawan, selama berada di Kepulauan Seribu untuk membuat betah dan nyaman wisatawan selama berada di sana. Prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan air dan listrik.

Untuk kebutuhan listrik sendiri, Person in Charge (PIC), Kepulauan Seribu, Dodi Riadi, pada 7 April lalu menyebutkan, telah ada penyetelan tambahan genset berkapasitas 125 kilowatt untuk memasok tambahan listrik di Pulau Sebira sebagai pulau terdepan di gugusan Kepulauan Seribu. Genset dipasang mengingat pulau ini belum dilewati oleh sirkuit trek kabel listrik bawah laut.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang juga masih minim, saat ini telah membangun SURU di delapan lokasi pulau berpenghuni seperti, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, hingga Pulau Harapan. Pemerintah juga akan membangun fasiltas lingkar jalan antar pulau di tahun ini. Hal ini dilakukan, agar  wisatwan bisa merasa nyaman ketika berjalan di lingkar luar pulau.

“Kita juga bangun tanggul pemecah ombak supaya pulau-pulau terlindungi pada saat musim angin barat. Kemudian kita juga bangun pengelolahan limbah dari masyarakat supaya air yang terbuang ke laut itu bersih dan jernih. Disamping itu juga mengajak masyarakat untuk berlaku hidup bersih,” bebernya.

Pihaknya juga, bersama dengan Suku Dinas Pariwisata Jakarta, juga memberikan pembinan terhadap masyarakat untuk dapat melayani tamu yang berkunjung ke sana, sehingga dapat merasakan kenyamanan selama berwisata di sana.

“Kita bersama Sudin Pariwisata, melakukan pembinaan terhadap masyarakat melalui pembinaan pengolahan katering, supaya makanan hygienies, supaya tamu nyaman dan betah. Kita sudah bekerja sama dengan BPOM terkait hal ini. Kemudian pemilik homestay kita bina juga bagaimana cara menjamu tamu yang baik,” tuturnya.

Suku Dinas Pariwisata saat ini sedang mengembangkan pembangunan pelabuhan khusus menuju Kepulauan Seribu. Selama ini, penyeberangan ke Kepualauan Seribu adalah melalui Kali Adem, Marina Ancol, Muara Angke dan Tanjung Pasir di Tangerang.

“Ke depan akan ada pintu dari sebelah selatan adalah Bahtera Jaya, pintu masuk di sebelah utara di Pulau Sibira yang menghubungkan antara provinsi seperti dengan Lampung, Kalimantan, yang nanti Insya Allah di tahun pengerjaan periode 2018-2022 tidak hanya secara nasional, tapi juga segitiga emas seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura,” papar Sudin Pariwisata, Fadjar Haridjaja kepada balaikita.

 

 

 

 

 

Share This: