20 Tahun Wali, Tak Ingin Berpura-pura Dalam Bermusik

_

 

Diam-diam grup musik Wali sudah berusia 20 tahun. Namun tidak ada yang berubah dengan grup musik asal Ciputat, Tangerang Selatan. Warna musiknya tetap sama, lirik-liriknya sederhana tapi selalu manis didengar. Kalau pun ada yang berubah adalah hilangnya salah satu pendiri grup musik ini.

Wali awalnya beranggota 5 orang yaitu Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie (keyboardist), dan Nunu (bass). Tetapi sekarang tinggal berempat, karena Nunu sudah tidak bersama lagi.

Dalam konperensi pers peluncuran single “Lamar Aku” yang berlamgsung di Plaza Telkom, Jl. Gatot Subroto Jakarta, ada pertanyaan dari wartawan, mengapa Wali tidak berubah, mengapa tidak melakukan inovasi dalam bermusik, dan kehilangan salah satu anggotanya. Apakah Wali baik-baik saja?

“Kami tidak ingin kepura-puraan. Kami tetap dengan ciri khas kami. Kalau kami suka tempe ya tidak bisa digantikan dengan yang lain. Kalau kami pura-pura, nanti teman kami berpura-pura, produser juga berpura-pura dan para wali juga berpura-pura. Akhirnya surganya pun pura-pura!” kata Apoy menjawab pertanyaan wartawan.

Mengenai pertanyaan mengapa Wali tidak ingin meluaskan jangakauannya, misalnya dengan menyanyikan lagu berbahasa Inggris, Ovie, keyboardis balik bertanya, “mengapa harus berbahasa Inggris? Tidak semua orang suka dengan bahada Inggris juga kan?”

Peluncuran singel terbaru Wali, “Lamar Aku” dilakukan melalui Program Langit Muslk “Live streaming Let’s Talk About Muslc” . Peluncuran itu juga menandai dua dekade kiprah Wali di industrl musik tanah air. Untuk itu, perusahaan rekaman yang menaungi Wali, Nagaswara, bekerjasama dengan PT. Melon Indonesia.

Lagu “Lamar Aku” merupakan ungkapan isi hati seorang perempuan yang telah lama dipacari tetapi belum dilamar. Lirik lagu tersebut menurut Apoy, penciptanya, merupakan fenomena yang banyak ditemui di tengah masyarakat.

Bersama Wali, hadir pula Dinda Permgta, finalis ajang nyanyi BIG STAGE 2019 Malaysia sebagai penyanyi pembuka. Di bawah bendera’NAGASWARA, Dinda telah merilis beberapa single seperti ”Tak Sanggup”, ”Cewek Matic” dan “Ku Tak Bisa”.

Menurut Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara, bekerjasama dengan PT. Melon dengan platform Langit Musik sudah merupakan komitmen. Kolaborasi Musisi dan musik Indonesia secara bersama-sama inilah yang membuat karya-karyanya dapat dinikmati masyarakat luas.

Share This: