3 Polisi Gugur dan 2 Pelaku Tewas Dalam Ledakan Bom di Kampung Melayu

Asap masih mengepul usai ledakan bom di Terminal Kampung Melayu Jakarta, Rabu (24/5) malam. - Foto: Ist.
_

Jumlah korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, bertambah menjadi 5 orang. 3 orang merupakan anggota polisi dan 2 di antaranya diduga pelaku, yang masing-masing tewas di halte busway dan seorang lagi di toilet yang terletak tidak jauh dari halte busway. Polisi yang tewas dalam kejadian tersebut sebelumnya sedang bertugas mengamankan pawai obor menjelang Ramadhan.

“Jadi dalam peristiwa ini, 3 polisi gugur, 2 korban diduga pelaku peledakan. Bom yang digunakan mirip dengan bom di Bandung, yakni bom panci,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Warsito.

Sekitar pukul 01.30 Kamis dinihari, terlihat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan, Wakapolri Komisaris Jendral Polisi Syafruddin dan Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan. Pada saat bersamaan beberapa petugas terlihat memunguti serpihan-serpihan tubuh korban dan benda-benda lainnya, yang dimasukkan ke dalam kantong-kantong palstik. Serpihan-serpihan itu lalu dibawa dengan ambulans meninggalkan kawasan terminal.

Sementara itu di Rumah Sakit Premier Jatinegara masih dijaga ketat oleh puluhan petugas kepolisian. Wartawan masih belum diijinkan untuk masuk ke dalam rumah sakit. Menurut petugas polisi, salah seorang anggota kepolisian yang gugur bernama Bripda Topan, jenazahnya sudah dibawa dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Sedangkan korban luka warga sipil bernama Abu (sopir berusia 17 tahun) dan Jihan (mahasiswa, 19 tahun).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu malam, ledakan besar terjadi di terminal Kampung Melayu, yang menimbulkan korban 11 orang. Korban terdiri dari 5 orang polisi, 1 terduga pelaku dan 5 warga sipil. Dua di antaranya tewas, yakni seorang polisi dan terduga pelaku bom bunuh diri.

Wakapolri Komisaris Jendral Polisi Syafruddin memastikan ledakan diakibatkan bom bunuh diri. Seluruh korban dirawat di beberapa Rumah Sakit di Jakarta, antara lain di RS. Premier Jatinegara dan RS Budi Asih Jl. Otista. Sementara tim dari kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta dan identifikasi korban dan pelaku.

Demi kepentingan penyelidikan, kawasan terminal Kampung Melayu terutama di area ledakan yang dekat dengan halte busway, dipasangi garis polisi, dan masyarakat dilarang untuk mendekati lokasi. Sementara itu RS Premier Jatinegara dijaga ketat oleh sejumlah polisi bersenjata lengkap. Tidak seorang pun yang tidak berkepentingan, termasuk wartawan yang diperbolehkan masuk.

Hingga Kamis dinihari pukul 12.30 seluruh kawasan terminal ditutup, bahkan arus lalulintas menuju Jalan Otista sudah ditutup. Beberapa polisi berjaga di atas flyover yang berada di atas terminal, untuk menjaga agar masyarakat tidak berkerumun untuk melihat lokasi, yang dapat mengganggu arus lalulintas.

Meski malam semakin larut, antusiasme masyarakat untuk mendatangi lokasi kejadian semakin banyak. Mereka berkerumun di tempat terdekat yang dihalangi oleh garis polisi. Dan seluruh angkutan umum maupun pribadi tidak diijinkan lagi masuk ke kawasan Kampung Melayu.

Share This: