“Ular Tangga” Mainan Pembawa Petaka

_

Hantu masih menjadi sosok yang menarik untuk diangkat ke dalam film. Satu lagi akan hadir di bioskop, sebuah film tentang hantu, yang mencoba menggugah keberanian penonton akan isi cerita maupun pengadegannya.

Ular Tangga merupakan film Horror yang berasal dari Indonesia. Film Ular Tangga mengisahkan cerita pengorbanan dari seorang cewek yang menderita indigo dalam menyelamatkan teman temannya dari amukan hantu hantu jahat yang terganggu oleh kedatangan mereka. Film Ular Tangga bercerita tentang mahasiswi cantik dan cerdas dan menderita indigo, mahasiswi itu bernama Fina berusia 20 Tahun. Fina dapat merasakan atau memprediksi hal hal buruk yang akan datang kepadanya. Saat itu, Fina sedang bermimpi buruk, dan mimpi buruk tersebut menandakan alarm bahaya yang akan dialaminya bersama teman temannya dalam kegiatan mendaki gunung.

Namun Bagas tidak menghiraukan firasat Fina, Bagas malah membujuk Fina agar ingin ikut bersama temannya lainnya William, Lani, Dodoy, Martha. Perjalanan mereka mendapatkan bantuan dari seorang cewek yang sudah berpengalaman dan mengetahui jalur medan di gunung. Fungs Gina yang untuk menunjukkan jalan yang benar malah diabaikan oleh Fina dan teman teannya, Jalan yang mereka lalui akan mengarahkan mereka menuju rumah tua dan pohon tua yang sangat anker dan letaknya di gunung. Dulunya rumah dan pohon tersebut memiliki kisah kelam pada masa lalu.

Setelah beberapa menit, Fina baru sadar bahwa ada yang mengancam dirinya dengan teman temannya. Terbukti, kedatangan hantu cilik Sania dan Tania, menjadi tanda bahaya yang akan menghampiri mereka. Fina dan teman temannya tidak menemui jalan yang benar, dan terpaksa membuat mereka harus menginap di rumah tua yang angker, dan Fina merasa bahwa pohon tua yang berada di dekat rumah tua tersebut terasa aneh.

Waktu sudah habis, karena mereka tidak bisa lagi kembali. Perlahan satu per satu dari mereka tertimpa kejadian buruk, Ancaman bermula saat mereka menemukan papan permainan rumah tangga di dekat pohon tua tersebut.

Dari sanalah berbagai ancaman mulai datang, hantu hantu jahat yang merasa terganggu meneror mereka. Fina harus bisa menyelamatkan teman temannya yang diculik oleh hantu nenek tua. Sampai dia harus merelakan dirinya rela dibawa oleh hantu nenek tersebut.

Dari segi cerita, tidak ada yang istimewa dengan film ini. Gambaran tentang sekelompok anak muda, yang mencoba mencari pengalaman-pengalaman baru dalam hidupnya, lalu menemukan kejadian-kejadian unik, sudah seringkali diangkat ke dalam film, baik di Hollywood maupun film-film Indonesia.

Yang membedakan film ini dengan film-film horor kebanyakan adalah, tidak mencoba memainkan emosi penonton melalui visualisasi yang menteror melalui sosok-sosok menakutkan atau dengan sound effect yang tiba-tiba menggelegar.

Dalam film ini memang ada hantu-hantu bergentayangan, mengganggu anak-anak muda yang sedang camping di hutan, tetapi hantu yang ditampilkan justru lebih “manusiawi”, hantu-hantu yang memiliki perasaan sakit, perasaan sedih, sebagai dampak dari peristiwa yang dialaminya ketika hidup dulu.

Dengan pewarnaan yang dominan kelabu, kesan horor dalam film ini berhasil, dan gambar-gambar yang dihasilkan lewat DoP Patrick ….membuat film ini terlihat berkelas, sehingga kekurangan pemain yang didominasi oleh wajah-wajah baru tertutupi.

Efek yang ditimbukan oleh penggunaan teknologi CGI sudah cukup matang, sehingga gambar yang dihasilkan lebih menyatu dengan gambar-gambar yang dihasilkan oleh rekaman kamera.

“Ular Tangga” memiliki konsep yang cukup matang dari aspek gambar. Ini bisa menjadi standar untuk produksi film-film horor yang lain.

 

Share This: