4 Film Indonesia Berebut Penonton Saat Lebaran      

_

Lebaran bukan saja momen penting untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, tetapi juga momen untuk mengekpresikan kegembiraan bagi umat muslim yang telah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan.

Bermacam-macam cara orang mengekspresikan kegembiraan itu. Ada yang pergi rekreasi setelah bertemu sanak saudara maupun kolega untuk saling bermaaf-maafan, atau melampiaskannya dalam bentuk kegembiraan lain. Pergi ke bioskop adalah salah satunya. Tidak heran jika setiap lebaran, jumlah penonton bioskop selalu ramai.

Momen itulah yang dimanfaatkan oleh kalangan produser bermata jeli. Sejak dulu, lebaran juga dianggap sebagai masa panen raya bagi film nasional. Jumlah penonton film nasional pada umumnya meningkat drastis di hari raya ini. Itulah sebabnya jadwal penayangan film di hari lebaran selalu menjadi incaran para produser.

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah yang akan jatuh pada hari Minggu tanggal 25 Juni 2017, telah ada 4 (empat) judul film nasional yang siap-siap bertarung memperebutkan kue penonton yang cukup besar.

Film Jailangkung (Screenplay)

“Jailangkung”

Film pertama “Jailangkung” produksi Screenplay dan Legacy Pictures, merupakan sebuah drama horor yang dibintangi sutradarai oleh Rizal Mathovani dan Jose Purnomo. Film ini bercerita tentang sebuah tragedi yang terjadi di keluarga Ferdy, (diperankan Lukman Sardi). Tiga anak perempuannya mencari tahu misteri di balik kejadian tragis itu. Dalam usaha itu mereka akhirnya bersentuhan dengan jailangkung, lewat Rama (Jefri Nichols), teman Bella (Amanda Rowles), salah satu putri Ferdy. Diketahui jailangkung atau jelangkung adalah boneka kayu yang dimainkan orang untuk memanggil arwah.

“Semoga ini menjadi tontonan alternatif untuk pencinta film nasional, terutama yang gemar film horor,” ujar Michael Katwani dari Screenplay, saat peluncuran teaser dan poster film ini digelar dalam Press Junket di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5/2017).

Melihat dari judulnya, film ini merupakan remix dari film berjudul serupa yang dibuat oleh pasangan sutradara yang sama. Pada tahun 2001, film yang juga digarap Jose Poernomo dan Rizal Mantovani. Film itu menjadi box office dan sebagai salah satu tanda kebangkitan film nasional setelah mati suri kala itu.

“Memang ini urban legend yang sudah diketahui banyak masyarakat. Tapi, dua film initotally different.  Jailangkung drama keluarga. Kalau versi dulu kan petualangan anak muda,” ujar Michael Katwani.

“Insya Allah, Sah!” 

Insya Allah Sah (MD Pictures)

Film bergenre komedi selalu menjadi tambang emas bagi produser setiap kali Hari Raya Idul Fitri datang. Di awal tahun 90-an, film-film komedi yang dibintangi oleh Trio Warkop DKI — Dono, Kasino dan Indro – selalu menjadi film terlaris di masa lebaran. Fenomena itu terus berlanjut hingga sekarang.

Sebuah film bergenre komedi produksi MD Pictures akan main di saat lebaran tahun 2017 ini, yang berjudul “Insya Allah, Sah!”. Film arahan sutradara Benny Setiawan itu menggandeng sederet bintang papan atas seperti Titi Kamal, Richard Kyle, Prilly Latuconsina, Deddy Mizwar, Lydia Kandou, Tanta Ginting, Pretty Asmara, Reza Rahadian, dan masih banyak lagi.

Film yang diangkat dari buku karangan Achi TM dengan judul yang sama itu mengisahkan seorang pemuda lugu bernama Raka yang terjebak dalam sebuah lift bersama Silvi. Situasi ini membuat mereka berdua mengucapkan nazar yang akan dipenuhi andai nanti selamat.

Titi Kamal menjadi sosok yang tempramental saat membintangi film bergenre komedi ini. Panji Pragiswaksono berpenampilan berbeda dengan rambut diponi. Lucu abis. Dipastikan film ini bakal mengocok perut penonton. Penonton yang kangen dengan akting Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar bisa melihat penampilannya dalam film ini. Tidak diragukan lagi, Deddy Mizwar adalah aktor yang sangat handal.

“Sweet Twenty”                                                                                        

Produser film paling produktif di Indonesia, Starvision, melepas film drama komedi musikal yang diadaptasi dari film Korea berjudul “Miss Granny”. Film ini merupakan hasil kerja sama antara Starvision Plus, CJ Entertainment, dan bioskop online HOOQ. Untuk versi Indonesia ini dibuat dengan kemasan lokal yang ditulis skenarionya oleh Upi dan disutradarai oleh Ody C Harahap, dibintangi pemain lintas generasi dan mendaur ulang lagu-lagu legendaris yang dinyanyikan pemeran utamanya Tatjana Saphira seperti “Payung Fantasy”, “Layu Sebelum Berkembang” dan “Bing”.

Miss Granny” berceritera tentang Fatmawati, seorang nenek berusia 70-an, secara ajaib ia mendapati tubuhnya kembali ke usia 20 tahunan setelah melakukan foto di sebuah studio foto yang misterius. Fatmawati (Niniek L Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key).

Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah. Di perjalanan ia melihat studio foto “Forever Young”, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak.

Namun setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya – Mieke Wijaya. Seiring berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu.

“Ini adalah film hiburan keluarga yang bisa ditonton oleh segenap keluarga, jadi sangat tepat untuk pilihan keluarga yang merayakan hari kemenangan dan main pas hari Lebaran.
Insya Allah yakin karena di samping film ini re-make dari film “Miss Granny” yang sukses di Korea, dan dibuat versi China dan Vietnam yang juga sukses hingga dibuat versi Jepang, Thailand, Jerman dan Amerika,” kata Ir. Chand Parwez Servia, produser dari Starvision.

“Surat Kecil Untuk Tuhan”                                                                                            

Sukses dengan ‘Warkop DKI Reborn’ juga komedi ‘My Stupid Boss’, ini adalah pertama kalinya bagi Falcon untuk menggarap sebuah film kemanusiaan. Tema tersebut dikembangkan ke layar lebar lantaran sedang marak-maraknya kasus penjualan organ tubuh manusia.

Disutradarai oleh Fajar Bustomi, film ini melibatkan bintang papan atas Tanah Air dalam proses penggarapannya. Di antaranya Bunga Citra Lestari, Joe Taslim, Ben Joshua, juga Lukman Sardi.

Film dengan judul yang sama, “Surat Kecil Untuk Tuhan” sudah pernah dibuat pada tahun 2011, disutradarai oleh Haris Nizam yang dibintangi oleh Dinda Hauw dan Alex Komang. Film itu diangkat dari kisah nyata dari novel best-seller yang berjudul sama. Film itu mengisahkan tentang upaya seorang ayah untuk menyembuhkan anaknya yang terserang kanker.

Namun untuk film produksi Falcon Pictures yang akan beredar lebaran tahun ini mengisahkan tentang penjualan organ, pengemis dan anak jalanan.       “”Fakta yang sekarang berkembang kan tentang penjualan organ, pengemis jalanan, dan itu kan memang lagi marak-maraknya. Kemarin aku baca di satu media koran mereka bisa menyampaikan penjualan organ sampai 5 miliar,” ungkap Frederica selaku produser saat ditemui di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Hidup – Mati

Meraup penonton pada saat Lebaran diibaratkan seperti pertarungan hidup mati, sekaligus gengsi bagi produser. Bila melihat catatan di masa lalu, film-film yang menghibur penonton – entah membuat penonton tertawa atau merasa takut – menjadi film yang paling diminati. Kalau minat penonton tidak berubah, kans terbesar untuk memenangkan kompetisi di saat lebaran ada pada “Jailangkung” dan “Insya Allah Sah!, “Sweet Twenty”, meski pun film lainnya dan “Surat Kecil Untuk Tuhan” tidak bisa dianggap sebelah mata.

Pengamat film Yan Widjaya mengatakan setuju dengan jenis komedi dan horor akan unggul dalam perolehan penonton di hari lebaran. Tetapi bila melihat karakter produsernya yang sangat berani dalam berpromosi, bisa saja film itu akan unggul dibandingkan yang lain.                                                                 “Kita tahu bagaimana Pak Naveen (produser Falcon Pictures) mendongkrak film Warkop menjadi film terlaris sepanjang masa, walau pun kita tahu film itu secara konten tidak terlalu bagus,” kata Yan Widjaya.

Menurut Chand Parwez Servia dari Starvision, saat Lebaran pilihan menonton beragam dan biasanya kemampuan menonton lebih tinggi daripada periode bukan Lebaran, artinya kompetisi selalu ada tinggal bagaimana memposisikan film kita agar tetap jadi pilihan, karena film Infonesia juga ada 4 judul pilihan.

“Tapi SWEET 20 yang paling lengkap sebagai hiburan keluarga saat Lebaran!” kata Parwez berpromosi. Parwez mengaku tidak khawatir dengan masuknya film impor besar di saat lebaran. (02)

 

 

 

 

 

Share This: