4 Tahun Penjara Untuk Siti Fadilah Supari

_

Berakhir sudah masa persidangan kasus alat kesehatan (alkes) dengan terdakwa Siti Fadilah Supari.

Mantan Menteri Kesehatan Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diganjar hukuman 4 tahun penjara atas tindakannya dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB).

Siti dinyatakan secara sah dan terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Kesehatan tahun anggaran 2005-2007.

“Menjatuhkan pidana selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan,” ungkap Hakim Ketua, Ibnu Basuki dalam pengadilan di PN Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

 

Majelis hakim menilai, menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tengang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Jaksa KPK menuntut Siti 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain kurungan badan, Siti juga harus mengembalikan uang sebesar Rp 1,9 M.  Siti telah  mengembalikan Travel Check Bank Mandiri (MTC) yang bernilai  Rp1,350 Miliar.

“Apabila tidak bisa mengembalikan sisanya, maka akan diambil harta bendanya untuk dilelang dan hasilnya dikembalikan ke kas negara. Apabila tidak ada harta benda maka akan diganti kurungan selama 6 bulan kurungan,” papar Hakim.

Dalam persidangan disebutkan bahwa ada beberapa hal yang memberatkan Siti Fadilah, yakni tidak mengakui melakukan korupsi, dan tidak mendukung pemerintah yang telah beberupaya memberantas korupsi.

Hal yang meringankan, terdakwa sopan selama proses persidangan, telah lanjut usia, belum pernah dihukum sebelumnya, dan telah berjasa terhadap negara karena berhasil mengatasi penanggulangan wabah flu burung.

Terhadap vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim,  terdakwa bersama dengan Kuasa Hukumnya meminta waktu sekitar 7 hari untuk melakukan pikir-pikir, apakah akan melakukan banding atau menerima putusan tersebut.

Share This: