Setya Novanto Sudah Dicekal KPK

Setya Novanto (Foto: Ist)
_

Penanganan kasus e-KTP mulai memasuki babak baru. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, yang selama ini disebut-sebut sebagai salah seorang yang ikut menentukan terlaksananya tender e-KTP dicegah bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan oleh Komisi Pemberantas Korupsi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan KPK telah mengeluarkan permintaan kepada pihak imigrasi, agar Setia Novanto dicegah untuk meninggalkan Indonesia. Hal itu dlakukan karena Novanto merupakan saksi kunci, dan kesaksiannya sangat dibutuhkan untuk pengungkapak kasus e-KTP yang melibatkan begitu banyak nama.

Pencekalan terhadap Novanto juga dibenarkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie.

“Sudah sejak kemarin malam Dirjen Imigrasi menerima surat permintaan pencegahan untuk tidak bepergian ke luar negeri atas nama Bapak Setya Novanto dan langsung dimasukkan ke sistem informasi dan manajemen keimigrasian untuk berlaku selama enam bulan,” kata Ronny, Senin (10 April 2017)

Namun Ronny tidak menjelaskan apakah permintaan cegah itu juga memuat status Setya Novanto sebagai tersangka atau masih menjadi saksi dalam penyidikan kasus di KPK. “Sebaiknya bertanya ke penyidik KPK karena semua kompetensi dari penyidik KPK,” katanya.

Nama Setya Novanto memang sering terdengar setiap kali orang membicarakan kasus e-KTP. Dalam dakwaan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, nama Setya sering muncul sebagai salah satu pihak yang berperan dalam pengadaan e-KTP dengan total anggaran Rp 5,95 triliun itu.

Namun Setya membantah telah menerima aliran dana proyek pengadaan e-KTP. Pernyataan itu diucapkan Setya kepada majelis hakim saat bersaksi dalam sidang keenam kasus korupsi proyek tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 6 April 2017. “Betul (tidak menerima uang). Yakin, Yang Mulia,” tutur Setya.

Meski demikian, Novanto siap untuk diperiksa oleh KPK dalam kasus e-KTP. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang ada.

“Saya sangat menghormati proses hukum yang ada, Dan saya siap mengikuti proses yang dilakukan KPK dengan tetap pada asas hukum praduga tak bersalah ” ujar Novanto, Selasa, 11 April 2017.

Pencekalan terhadap Setya Novanto makin menunjukkan ke mana pengungkapan kasus e-KTP mengarah. Masyarakat sangat berharap kasus ini terungkap, dan siapa dalang besar yang telah merugikan negara sebesar Rp.2,5 trilyun ini.

Share This: