Penertiban Bangunan di Bukit Duri Tanpa Insiden.

_

Berbeda dengan situasi pada penggusuran tahun lalu, penertiban bangunan di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/17) padi hingga siang berlangsung aman. Tidak ada insiden terjadi.

Sebuah alat berat berwarna hijau muda dengan bebas merobohkan bagian-bagian bangunan yang terkena penertiban, sedangkan bagian depan bangunan yang berada di luar batas pembebasan dibiarkan berdiri. Hanya bagian belakang bangunan yand dirobohkan.

Situasai yang tenang membuat ratusan petugas Satpok PP, aparat kepolisian maupun anggota TNI dari Koramil praktis tidak perlu bekerja keras. Para petugas nampak santai. Ada yang turun ke dekat excavator bekerja, ada yang berbaur dengan masyarakat menyaksikan alat berat bekerja, dan ada pula yang hanya duduk sambil main HP.

Pagi ini penertiban bangunan di bantaran Sungai Ciliwung terjadi di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2017). Balaikita yang memantau di lokasi, sejak pagui, tidak melihat sedikit pun insiden terjadi.

Di jembatan Tongtek, puluhan masyarakat berdiri menyaksikan. Mereka yang terkena penertiban membereskan barang-baranya. Kayu-kayu bekas bangunan diletakkan di pinggir jalan. Dua buah mobil pick-up terlihat sudah penuh perabotan rumahtangga yang siap dibawa.

Seorang perempuan tua bersama wanita lain yang muda serta beberapa anak kecil duduk di atas mobil pick-up kosong. Wanita bernama Fatma (73) ternyata hanya datang untuk melihat penertiban.

“Saya dulu tinggal di sini, di RW 05. Sekarang tinggal di Rusun Rawa Bebek. Saya ke sini mau ngelibat saudara saya yang rumahnya kena,” kata Fatma.

Tidak ada penolakan maupun aksi. Hanya terdapat beberapa warga dan anak-anak yang mengeliling back hoe untuk melihat pembongkaran.
Warga yang masih berada di rumahnya terlihat memungut sisa puing dengan pasrah. Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, tidak ada kendala dalam pembongkaran ini.

Seorang lelaki terlihat berdiri di bagian belakang rumahnya, tidak jauh dari belali back hoe yang sedang merobohkan bangunan. Petugas itu memperingatkan agar lelaki itu pergi. Dia berteriak kepada petugas sambil menunjukkan batas rumahnya agar tidak dirobohkan back hoe. Setelah petugas menyetujui lelaki itu pun pergi.

Warga yang masih berada di rumahnya terlihat memungut sisa puing dengan pasrah. Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, tidak ada kendala dalam pembongkaran ini.

Penertiban kali ini menyasar warga RT 01, 02, 03, dan 04 RW 12 Bukit Duri ini. Sebanyak 385 pemilik bidang direlokasi ke Rusun Cakung KM 2, Rusun Pulogebang, Rusun Komarudin, dan Rusun Rawa Bebek. Penertiban dilakukan terkait proyek normalisasi Sungai Ciliwung.

Share This: