Benny Panjaitan Sang Legenda, Telah Pergi

Benny Panjaitan (Foto: Wow Keren)
_

Biarkan daku melintas alam
Mencari penghidupan didunia ini
Biarkan daku terbang melayang
mencari cinta kasih sayang

Itulah sebait lirik lagun berjudul “Bebaskan” yang dinyanyikan oleh grup musik tahun 70-an Panjaitan Bersaudara (Panbers).
Meski pun sudah berusia puluhan tahun, lagu tersebut masih sering terdengar dinyanyikan, terutama oleh generasi lawas.

Hari ini, Selasa (24/10/2017), vokalis sekaligus motor Panbers, telah pergi memghadap Sang Pencipta. Seperti lagu yang dimyanyikannya, Bebaskan, Benny telah terbebas dari derita yang menderanya selama beberapa tahun terakhir.

Benny meninggal sekitar pukul 09.50 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jalan Prof DR Hamka Kompleks Panbers, Ciledug Larangan, Tangerang.

Sebelum meninggal dunia, kondisi musisi Benny Panjaitan sempat stabil setelah mengalami masa kritis akibat serangan stroke. Benny menderita stroke sejak tahun 2010. Sejak itu aktivitasnya bermusik terhenti.

Namun Benny masih beberapa kali hadir di acara musik, terutama dalam acara musik yang diselenggarakan oleh sahabat atau komunitasnya. Terakhir ia hadir dalam acara pelepasan Tantowi Yahya yang akan menjadi Duta Besar di Selandia Baru, di villa milik musikus Mawi Purba di Cisarua, Bogor, beberapa bulan lalu.

Ketika itu Benny duduk di kursi roda. Fisiknya lemah, dan matanya kerap terlihat berkaca-kaca.

Benny Panjaitan lahir di Tarutung, Sumatera Utara, 14 September 1947. Dia merupakan vokalis utama dari grup musik Panbers yang didirikan sejak 1969. Suaranya tinggi melengking, khas penyanyi berdarah Tapanuli.

Kelompok Panbers didirikan tahu 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul. Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum.

Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.

Benny Panjaitan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Ciledug, Kota Tangeraang, Banten dalam usia 70 tahun akibat sakit stroke yang dideritanya sejak tahun 2010, yang membuat ia harus menjalani hari-harinya dengan kursi roda.

Dua hari sebelum kematiannya, Benny Panjaitan sempat juga dikabarkan meninggal dunia. Akan tetapi kabar tersebut langsung disangkal oleh pihak keluarga Benny.

Kini Benny benar-benar telah pergi. Selamat jalan.

Share This: