7 Tahanan KPK, Jalani Kegiatan Pencoblosan

_

Tujuh Tahanan Kasus Korupsi, Menjalani Pemungutan Suara di samping Gedung Rutab Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR. Rasuna Said Kavling C-1 Jakarta Selatan, Rabu (15/2) pagi.

Kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta juga dijalani oleh ketujuh tahanan kasus korupsi yang bertempat di Kantor KPK yang masuk kedalam TPS 19, Kelurahan Karet, Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan.

Ketujuh narapidana tersebut adalah mantan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro, tersangka kasus suap proyek jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR); . Adami Okta dan Fahmi Dharmawansyah, tersangka kasus suap proyek di Bakamla; kemudian Basuki Hariman, tersangka kasus suap uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK dan Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng, tersangka kasus korupsi pembangunan Hambalang.

Tahanan lain yang ikut memilih adalah M. Sanusi, tersangka suap proyek reklamasi Teluk Jakarta, dan Rama Panicker RM kasus korupsi penyuapan pajak.

Basuki Hariman Usai mencoblo

Ketujuh tahanan kasus korupsi datang dengan menggunakan rompi oranye tahanan KPK, mendatangi tempat pemungutan suara sekitar pukul 10.43 WIB. Kegiatan pencoblosan ini dimulai dari Rama Panicker RM tersangka kasus korupsi penyuapan pajak. Dalam kegiatan pencoblosan tersebut dirinya tidak memberikan sepatah atau dua patah kata.

Kemudian setelah dirinya, kegiatan pencoblosan dilanjutkan dengan Fahmi Dharmawansyah, tersangka kasus suap proyek di Bakamla. Disusul oleh Adami M. Adami Okta yang juga tersangka kasus suap proyek di Bakamla dirinya bersama fahmi pun tidak melontarkan kalimat apapun usai mencoblos.

M.Sanusi saat unjukkan kertas surat suara

Pencoblosan kemudian dilakukan oleh Basuki Hariman, tersangka kasus suap uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK. Usai melakukan pencoblosan dirinya hanya menunjukkan 1 jari telunjuk yang telah dicelupkan tinta kepada wartawan.

Berikutnya giliran  M. Sanusi, tersangka suap proyek reklamasi Teluk Jakarta yang mencoblos.  Usai mencoblos dirinya melontarkan kalimat “Yang penting bukan 2”, kepada wartawan sambil menunjukkan 3 jari telunjuk yang telah dicelupkan tinta usai melakukan pencoblosan.

Usai Sanusi, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro, tersangka kasus suap proyek jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi peserta ke 6 yang melakukan pemilihan, dirinya hanya menunjukkan tanda “peace” kepada wartawan usai mencoblos.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro, tunjukkan surat suara

Disusul Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng, tersangka kasus korupsi pembangunan Hambalang yang menjadi peserta pemilu terakhir. Usai mencoblos dirinya melontarkan kalimat “Yang penting bukan dua,” kepada wartawan sambil menunjukkan jari telunjuknya yang telah dicelupkan tinta usai memilih.

Usai kegitan pencoblosan, para narapidana pun langsung digiring ke mobil tahanan KPK untuk kembali ke rutan. Saat digiring menuju mobil tahanan, salah satu tersangka kasus suap proyek reklamasi Teluk Jakarta oleh M. Sanusi, mengutarakan pendapatnya terkait harapannya terhadap pemimpin Jakarta yang nantinya akan terpilih.

Choel Mallarangeng usai melakukan pencoblosan

“Semoga Jakarta lebih baik, lebih damai, lebih banyak tidak banyak orang tersakiti dan saya optimis dengan pilihan saya (ya nomor tiga, abis nomor siapa lagi),” ungkapnya saat menuju mobil tahanan.

 

Share This: