Yanti Yaseer – Edy Triyono Sumartadi, Dari Seteru Jadi Bersatu

Yanti Yaseer (berjilbab) dipeluk oleh Edi Triyono, di antara sahabat-sahabat dekatnya.
_

Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga, bunyi pepatah yang artinya: jodoh seseorang bisa saja berasal dari tempat yang jauh, tetapi bertemu juga. 

Tuhan menciptakan berbagai-bagai ras manusia di dunia, memiliki bentuk fisik, bahasa, adat-istiadat dan kebiasaan berbeda. Tetapi perbedaan itu bukan berarti manusia harus hidup terpisah-pisah. Tuhan bahkan mempertemukan orang-orang berbeda-beda yang diciptakanNya itu dalam satu ikatan perkawinan. Jodoh.

Selasa (4/12/2018) kemarin, terjadi lagi satu bukti tentang kebesaran Allah dalam mempertemukan dua anak manusia dari latar belakang berbeda. Artis film dan sinetron Yanti Yaseer dan pengacara Edy Triyono Sumartadi, SH (46 tahun) memperingati ulang tahun ketiga pernikahan mereka sekaligus ulang tahun ke-46 Yanti Yaseer.

Edy Triyono dan Yanti Yaseer.

Acara berlangsung sederhana di rumah mereka yang baru di kawasan Cimanggu Bogor, dan hanya dihadiri oleh kerabat dan kawan dekat.

Bila melihat hari ulang tahun Yanti Yaseer dan hari ulang tahun perkawinannya dengan Edy Triyono, tentu banyak yang bertanya-tanya, apa mungkin di usianya yang menjelang setengah abad — walau kecantikannya tak memudar — keduanya baru tiga tahun melangsungkan pernikahan?

Bahwa keduanya baru tiga tahun menikah, memang benar. Tetapi keduanya menuturkan, ini bukanlah pernikahan pertama bagi keduanya. Yanti menikah dengan Edy setelah menjanda dan memiliki empat anak – sebagian sudah dewasa dan menikah – sedangkan Edy Triyono seorang duda yang memiliki tiga anak. Kini keduanya merasa memiliki tujuh anak yang diperlakukan sama.

Yanti Yaseer adalah perempuan berdarah Sunda yang masih kental kesundaannya. Sedangkan Edi Triyono berasal dari Berau, Kalimantan Timur. Seperti asam di gunung dan garam di laut.

Lalu di mana mereka bertemu?

Ceritanya cukup menarik. Berawal dari masalah hukum yang dialami oleh keluarga Yanti Yaseer pada tiga tahun lalu.

Yanti yang sedang berjuang membela anaknya dalam masalah hukum, harus berhadapan dengan lawannya yang membawa seorang pengacara. Dalam perkara itu Yanti yang begitu marah seperti ibu singa yang membela anaknya yang lemah, justru menghadapi sang pengacara lawan yang lembut, yang selalu mengedepankan musyawarah dan melihat ke depan. Pengacara lawannya itu adalah Edi Triyono Sumartadi.

Entah kenapa Edi tidak pernah melawan kemarahan Yanti Yaseer dengan argumen-argumen hukum. Dia justru mengedepankan ukhuwah dan sisi kemanusiaan dalam menjawab tuntutan Yanti.

Ternyata, kata-kata selalu memiliki kakuatan yang ajaib. Entah kenapa belakangan Yanti mulai mengendur, dia menerima opsi yang ditawarkan oleh Edi Triyono: perdamaian!

Dalam pertemuan kemarin Edi Triyono mengaku selalu mengedepankan musyawarah, mediasi dalam menangani perkara. Syukur-syukur kedua belah pihak yang berperkara merasa senang dengan hasil akhirnya.

“Buat saya, kalau orang harus beperkara di pengadilan, sampai salah satu pihak masuk penjara, saya kira itu hanya akan menyakiti orang lain. Berdamailah supaya sama-sama enak, dengan syarat yang disepakati bersama,” kata Edi.

Singkat cerita, hubungan Edi Triyono dan Yanti Yaseer semakin dekat. Keduanya belakangan tidak lagi menunjukkan sikap sebagai orang yang berperkara, melainkan sama-sama memiliki kedekatan pribadi.

“Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada dia, maukah Adik menjadi pendamping hidup saya? Dia mengatakan akan berbicara dulu kepada anak-anaknya, dan saya pun berbicara kepada anak-anak saya. Setelah semua setuju, lalu kami menikah,” tutur Edy.

Menurut Yanti Yaseer, suaminya adalah seorang imam yang baik. Selalu mendorongnya untuk berjalan sesuai ajaran Islam yang dianutnya. Yanti lalu mengalami perubahan besar dalam hidupnya.

“Mas Edy juga yang meminta saya berhijab. Saya juga berhenti merokok dan dilarang untuk mengurusi hal-hal yang tidak perlu. Mas Edy bahkan marah kalau saya ngerumpi, ngomongin yang jelek-jelek tentang orang lain. Alhamdulillah dia menjadi imam yang baik,” tutur Yanti.

Meski pun harus meninggalkan kebiasaan lama, sang suami tetap memberikan kebebasan bagi Yanti untuk menjalani karier di dunia seni.

Jika tidak ada pekerjaan, Edy Triyono bahkan mengantar dan menemani Yanti ke lokasi syuting sampai selesai.

Pernah sekali waktu, ketika mengantar isterinya dia diminta oleh sutradara sinetron, untuk memerankan satu tokoh dalam sinetron yang dibintangi istrinya.

“Sebenarnya saya enggak mau. Tapi istri saya ngancam, kalau enggak mau syutingnya bakal lama, bisa sampe pagi karena harus mencari dulu pemeran untuk tokoh yang saya perankan. Ya udah, daripada nungguin lama, saya mau aja. Jadilah saya main sinetron,” tutur Edy.

Tidak sulit bagi Edy untuk berakting. Karena di masa mudanya dia juga pemain teater dan beberapa kali ikut pementasan bersama dramawan Putu Wijaya.

“Setelah itu ditawarin lagi main sinetron, tapi saya enggak mau. Saya bilang sama isteri, di keluarga kita hanya ada satu aja yang jadi seniman, kalau tidak dia ya saya. Ha.ha..akhirnya istri paham,” kata Edy.

Kini Edy Triyono – Yanti Yaseer membentuk sebuah keluarga besar. Ada tujuh orang anak bersama mereka yang tidak dibedakan satu sama lain. Namun karena sebagian sudah dewasa, ada yang sudah menikah, tidak semuanya tidak di rumah yang sama.

“Walau pun sudah tua, kita tetap merasa seperti pengantin baru. Kami punya banyak waktu untuk bersama-sama. Kalau ada pekerjaan di luar kota, dan Yanti tidak syuting, saya selalu mengajak dia. Kalau tidak ada pekerjaan, saya mengantar dia ke lokasi syuting,” papar Edy.

“Ya kebetulan anak-anak sudah besar, ada yang sudah menikah, jadi tidak perlu saya perhatikan terus. Jadi saya masih bisa ikut Mas Edy ke luar kota. Sebagai artis sih memang saya sering ke luar kota ya. Tapi pergi bersama suami memang beda,” kaya Yanti.

Meski pun ini bukan pernikahan pertama buat mereka, keduanya berharap ini adalah pernikahan terakhir buat mereka. Hal-hal yang dulu hanya impian, kini menjadi kenyataan. Semoga sakinah, mawaddah, warrahmah.

 

 

 

Share This: