Abraham Samad Menolak Bicara Hukum

Abraham Samad dengan pemain film "Mencari Halal" di Planet Hollywood Jakarta, Kamis (6/4) - Foto: HW
_

Mantan Ketua Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) Abraham Samad, Kamis (6/4) pagi terlihat berada di lobi bioskop XXI Planet Hollywood Jakarta saat pemutaran film “Mengejar Halal”. Abraham nampak asyik berbicara dengan bebapa orang yang berada di hadapannya. Beberapa orang yang mengetahui keberadaan Samad meminta foto bersama dengannya, Abraham menerima permintaan itu sambil tersenyum.

Balaikita yang melihat kesempatan itu mencoba mendekati Abraham. Selain minta ijin mengambil gambar dirinya, juga mengajak bincang-bincang dengan Ketua KPK yang diganti pada Februari 2015 lalu itu.

“Saya diundang untuk menonton film ini. Menurut saya bagus ya filmnya. Saya pikir generasi muda harus menonton film ini. “Harusnya kita mendorong film nasional kita ya, apalagi film itu berisi pesan-pesan yang bisa mendorong anak muda untuk menjalani kehidupannya sehari-hari.

Ketika dimintai komentarnya tentang persoalan-persoalan hukum yang teradi di tanah air, Samad menolak. “Oh janganlah, saya hanya ingin mengomentari film ini. Karena saya sekarang hanya mau mengajar aja ya demi generasi muda. Kita harus mengajar generasi muda agar memunya karakter dan integritas yang kuat. Mengajar bukan hanya formal saja, yang non formal pun kita ajar,” kata Samad.

Abraham Samad, kelahiran Makassar 27 November 1966 pada tanggal 3 Desember 2011 terpilih sebagai Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III. Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011.

Pada 17 Februari 2015, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. Kasus pemalsuan dokumen berupa KTP, Paspor dan Kartu Keluarga tersebut mulai mencuat pada 29 Januari 2015 setelah Feriyani Lim dilapor oleh lelaki bernama Chairil Chaidar Said di Bareskrim Mabes Polri. Walaupun demikian, publik menganggap kasus ini hanya pembalasan dendam dari Polri yang tidak menghambat Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Abraham Samad diberhentikan sementara oleh Presiden Jokowi dari posisi Ketua KPK. Selain dirinya, turut diberhentikan pula Bambang Widjojanto. Posisi dirinya digantikan sementara oleh Taufiequrachman Ruki, mantan Ketua KPK pertama. Selain Taufieq, Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi turut ditunjuk Presiden Jokowi menjadi pimpinan sementara KPK.

Share This: