Ada Tersangka Baru Kasus Suap di Bakamla

_

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tetapkan 1 tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitor di Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakmla RI). Tersangka baru itu ialah Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Nofel Hasan (NH). Tersangka NH merupakan Pejabat Pembuat Komitmen.

“Ia diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji, yang  diketahui atau patut diduga, menerima hadiah atau diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu tentang jabatannya, yang tidak berkaitan dengan kewenangannya terkait pengadaan satelit di bakamla pada Tahun Anggaran 2016 dengan nilai kontrak Rp220 Miliar,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

NH diduga  bersama pihak-pihak lain menerima hadiah atau janji dari Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah, terkait pengadaan satelit monitor di Bakamla. NH diduga menerima USD 104.500 dari nilai kontrak sebesar Rp220 miliar.

“Atas perbuatannya, dirinya disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun  1999 sebagaimana diubah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” bebernya.

NH merupakan tersangka kelima dalam kasus ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan Eko Susilo Hadi, Fahmi Darmawansyah, Hardi Stefanus, dan Muhammad Adami Okta sebagai tersangka.

Share This: