Adrianus Garu: banyak penggunaan dana yang tidak efektif di NTT.

Foto: Humas DPD
_

JAKARTA, BALAIKITA.COM– Bertemu dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyaningsih, Senator Nusa Tenggara Timur (NTT),  Adrianus Garu sampaikan masih banyak penggunaan dana yang tidak efektif di NTT.

“Ada beberapa catatan, kami kurang puas tingkat kesulitan kami lebih sulit karena topografi sulit di daerah kepulauan, kami bangga sudah diberikan pembangunan, pemerintah pusat tidak evaluasi pembangunan di daerah, itu di NTT dibangun dermaga-dermaga tapi tidak ada kapal yang berlabuh, itu pasar desa dibangun tidak ada ada orang, lumbung dibuat tidak ada air bersih, irigasi dibuat tapi tidak ada sumber air sehingga tidak dipergunakan, mohon dievaluasi kembali karena uang trilliunan tidak bermanfaat, arahan dari pusat juga harusnya bukan hanya infrastruktur tapi pembangunan ekonomi yang terintegrasi sehingga sumber daya manusianya juga dibangun, diberikan lowongan pekerjaan sehingga bisa lebih memandirikan rakyat,” tandasnya.

Adrianus juga menambahkan terkait dengan subsidi agar langsung diberikan kepada individu secara langsung.

“Saya bicara subsidi kalo bisa subsidi ke individu, kalo subsidi beras tidak individu diberikan maka yang akan bermain kepala desa dan bulog, daerah paling miskin NTT itu banyak namun masih banyak kabupaten surplus masih terima dak,” katanya.

Merespon penyampaian aspirasi oleh Garu, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa senang. Dirinya menyatakan kesetujuannya terutama terkait dengan, kualitas belanja dan enpower daerah sendiri.

“Masukan dari adri sangat penting, ini sisi mekanisme pemerintah dari musrenbang itu disebut teori bottom up dan daria tas ke bawah itu alokasi dana berdasarkan lobby atau bagaimana, ada sebagain dari pemerintah akan objektif dengan equalisasi baik horison dan vertikal seperti di bappenas, dengan alokasi itu bebas dari keberpihakan, 250 juta populasi, mayoritas di jawa, banyak kepulauan juga yang kecil, kalo di formula dengan manusia, pasti jawa menang, kalo konsep ekualisasi atau kesenjangan dan menciptakan keadilan maka harus ada manusai ada wilayah dan wilayaha ada darat dan alut, dampaknya canceling aout ata saling meniadakan, karena  afirmasi itu,” bebernya.

Share This: