Ahok Dibawa ke Cipinang, Relawan Menyusul

Relawan pendukung Ahok yang berunjuk rasa di Jl. RM Harsono, tertunduk lesu stelah tahu Aho divonis 2 tahun, pada sidang putusan di Gedung Kementan, Jakarta, Selasa (9/5/2017) - Foto: HW
_

Setelah divonis bersalah, ahok langsung dibawa Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama tiba di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan pengawalan ketat polisi.

Relawan menangis setelah Ahok divonis 2 tahun penjara. (Foto: HW)

Banyak yang tidak mengetahui dengan kendaraan apa Ahok meninggalkan Aula Kementerian Pertanian, karena wartawan yang sudah menunggu di pintu utama maupun pintu sebelah utara, tidak melihat Ahok ke luar meninggalkan gedung. Rupanya Ahok  ke luar melewati pintu yang tidak dijaga oleh wartawan.

“Ahok sudah pergi. Kalau mau ketemu nyusul saja ke Cipinang,” kata seorang petugas kepolisian.

Puluhan wartawan yang menunggu di pintu Utara, termasuk balaikita, sampai beberapa menit putusan dijatuhkan, tidak tahu apa vonis hakim terhadap Ahok. Relawan yang menunggu di depan pintu sambil membawa bunga, nampak harap-harap cemas.

Di pintu masuk sebelah utara sejak pagi selain wartawan memang ada sekitar 8 orang perempuan berpakaian merah putih, membawa karangan bunga. Mereka adalah relawan Ahok yang bersiap menyambut dan memberikan bunga, bila Ahok ke luar dari ruang sidang.

Sekitar pukul sebelas, beberapa petugas relawan perempuan yang mengikuti sidang ke luar. Beberapa di antaranya nampak tak kuasa menahan sedih. Beberapa relawan yang mendengar kabar itu juga langsung menitikan air mata.

Sementara di halaman, sejumlah orang meneriakan “Alahu Akbar” berulang-ulang, lalu menghilang. Teriakan itu sempat membuat relawan wanita yang memegang bunga emosi dan sempat memaki, tapi ditenangkan oleh rekan-rekannya.

Di luar di Jalan RM Harsono yang ditutup polisi, relawan Ahok masih tetap berorasi sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Begitu mengetahui Ahok divonis 2 tahun oleh hakim, beberapa relawan perempuan terihat menundukan diri, sedih. Sebagaian mulai mencabuti bunga-bungan mawar yang ditanam di hamparan styroform, dan memenuhi badan jalan.

Dari atas mobil, orator memotivasi untuk tetap mendukung Ahok.

“Ayo rapatkan barisan, dari sini kita akan berangkat ke Cipinang,” kata orator yang suaranya terdengar dari loudspeaker berkekuatan besar.

Di bagian terpisah, para penentang Ahok berkali-kali meneriakan takbir dan menyatakan sukacita atas putusan hakim terhadap Gubernur DKI itu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum 2 tahun penjara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Majelis hakim menyebut penodaan agama dengan penyebutan Surat Al-Maidah dalam sambutan Ahok saat bertemu dengan warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Share This: