Akon, Berkulit Gelap, Berhati Terang.

Akon bersiap-siap untuk menyanyi di Aula Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Rabu (8/3) siang. (Foto: HW)
_

Penyanyi, pencita lagu dan pemain film terkenal asal Amerika, Akon, saat ini berada di Jakarta. Rabu (8/3) siang dia datang ke kantor Kementerian Sosial untuk menandatangani kerjasama  pembangunan instalasi listrik bagi Orang Rimba, Suku Anak Dalam. Ada 500 rumah yang rencananya akan dialiri listrik melalui program Akon Lighting.

Missi yang diemban Akon di Indonesia sungguh luar biasa. Betapa tidak, seorang musisi terkenal dari Amerika yang biasanya hidup dengan cara hedonistis, datang ke Indonesia hanya untuk membantu memberi penerangan kepada suku terasing, yang bahkan banyak musisi Indonesia atau orang-orang kaya tidak perduli. Orang Rimba dengan segala penderitaannya, seringkali menjadi “penghias” kabar yang enak untuk dikunyah oleh konsumen media massa.

Program perlistrikan untuk Rimba, bukanlah pertamakali dilakukan oleh artis berdarah Senegal – Amerika itu. Melalui lembaga yang didirikannya, Akon Lighting Afrika (Akon Menerangi Afrika), dia sudah menerangi berbagai tempat di 15 negara negara Afrika. Programnya akan diteruskan hingga mencapai 22 – 25 negara.

Proyek Akon Lighting Africa dimulai sejak tahun 2014 bekerja sama dengan Samba Bathily dan Thione Niang. Bathily adalah lelaki kelahiran Mali, Afrika yang dikenal sebagai pionir energi bersih dan listrik tenaga matahari. Sedangkan Thione Niang aktivis politik dan pimpinan komunitas. Ketiganya bekerjasama untuk menyediakan listrik tenaga surya.

Menurut Akon, dia dan Thione Niang tumbuh bersama di wilayah Kaolack, sebuah kota yang tidak memiliki listrik di Afrika. Pada tahun 2013 keduanya memutuskan untuk membuat perubahan di Afrika. Samba Bathily kemudian bergabung dan mengintegrasikan perusahaannya, Solektra INT untuk menyuplai perlengkapan listrik tenaga surya. Proyek mereka diluncurkan pada tahun 2014. Akon’s Grup awalnya beroperasi di 11 negara, antrara lain Guinea, Senegal, Mali, Niger, Benin dan Sierra Leone.

“Ada banyak orang yang hidup dalam kegelapan di sana, dan kami tergerak untuk membantu mereka. Kami berikan energi listrik yang ramah lingkungan, murah dan semua orang bisa mengoperasikannya. Kami akan terus memperluas jangakauan operasi proyek kami, hingga ke 22 atau 25 negara,” kata Akon dalam wawancara dengan sebuah televisi di Afrika.

Program yang dijalankan Akon bersama kompanyonnya mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pada 22 April 2016 Akon diundang berbicara di PBB.

Aliaume Damala Badara Akon Thiam, nama lengkapnya, lahir di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat pada 16 April 1973 dan menghabiskan masa kecilnya di Senegal, Afrika Barat. Ibunya seorang penari, dan ayahnya, Mor Thiam pemain perkusi. Sejak kecil Akon belajar musik dan mampu memainkan lima alat musik, termasuk drum, guitar dan djembe.

Akon, yang diduga pernah mendekam selama tiga tahun di penjara, mulai dikenal kemampuan musiknya oleh Devyne Stephens, president of Upfront Megatainment yang mendengar kemampuan Akon dari rapper Lil Zane. Zane kemudian membawa Akon menemui Stephens. Hubungan Akon dengan Stephen seperti seorang murid dengan guru layaknya. Stephen banyak memberikan nasihat-nasihat kepada Akon. Pada tahun 2005 Akon merilis algum Lonely yang kemudian meledak. Sejak itu kariernya di dunia musik makin menjulang. Berbagai penghargaan diraihnya.

Akon, seorang muslim yang memiliki 6 anak dari tiga isteri berbeda. Ketiganya saling berhubungan baik, dan Akon berusaha melindungai keluarganya dari pandangan publik. Selain anak kandung, Akon juga menjadi bapak asuh beberapa anak terlantar di Afrika.

Akon memiliki tambang berlian di Afrika. Dan dia mengabaikan pendapat yang menyebut tambang berlian menjadi sumber pertumpahan darah. “Saya tidak percaya ada konflik karena berlian. Itu hanya terjadi di film. Sebelum ada film Blood Diamonds, orang tidak pernah terpikir atau perduli dengan konflik yang ditimbulkan oleh berlian,” katanya.

Di satu sisi, Akon memang terlihat misterius. Dia menyembunyikan banyak hal, terutama keluarganya dari mata publik, tetapi dia bergerak untuk menolong orang-orang yang perlu dibantu, terutama mereka yang kegelapan karena belum menikmati listri. Di balik kulitnya yang hitam, gelap, Akon memiliki hati yang terang. Dia bertekad untuk terus bergerak menerangi orang-orang yang mengalami kegelapan.

 

Share This: