Akses Jadi kendala Utama ke Wakatobi

_

Wakatobi merupakan salah satu dari sepuluh destinasi wisata yang diproyeksikan menjadi “10 Bali Baru” di Indonesia. Seperti yang diketahui, Wakatobi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang juga masuk sebagai 10 destinasi prioritas Indonesia.

Namun pengembangan Wakatobi menuju “Bali Baru” itu memang tidak mudah, banyak masalah yang harus diatasi. Salah satunya adalah akses menuju ke destinasi wisata tersebut.

Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam akui, aksesibilitas jadi faktor utama dalam mencapai destinasi wisata di Wakatobi. Faktor transportasi, salah satunya, menjadi kendala untuk dapat menggaet wisatawan masuk ke Wakatobi.

“Kami akui sulit dimana antara 1 destinasi ke destinasi lain, karena faktor transportasi. Kita harap Bali dan Manado merupakan pintu masuk wisatawan selama ini. Kita harapkan dari Bali dan Manado akan ada saluran distribusi wisatawan ke daerah timur,” ungkapnya di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis malam (21/4/2017).

Salah satu kelebiha Wakatobi adalah menjadi spot terbaik bagi para divers melakukan penyelaman, untuk melihat keanekaragaman terumbu karang dan spesies ikan ada di sini. Namun, sayang untuk melihat beragam tersebut para wisatawan masih terkendala sulitnya menjangkau salah satu tempat spot diving terbaik yang ada di Sulawesi Tenggara.

Untuk mengatasi masalah itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sudah ada penerbangan langsung ke Wakatobi. Bandara Matahora di Wakatobi menjadi bandara internasional untuk mempermudah pesawat melakukan penerbangan langsung dari Bali ke Wakatobi.

“Saya sudah minta kirim surat dari saya ke Menhub (Budi Karya) nantinya akan ada flight reguler dari Bali-Wakatobi, kedua dari Manado-Wakatobi,” ujar Arief Yahya.

Arief memaparkan,  ketika suatu destinasi wisata menjadi destinasi prioritas maka dia jadi destinasi kelas dunia, maka airportnya harus kelas dunia oleh karenanya otomatis bandara di Wakatobi akan internasional.

Dirinya juga menjelaskan, pemerintah tengah melakukan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu, yang tadinya pengerasan bandara 24 dari 36 yang nantinya menjadi 50, hal ini dimaksudkan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke sana.

“Landasannya sekarang belum siap, dan akhir tahun ini akan siap. Kalau  saat ini baru untuk pesawat jenis ATR 72, saya harapkan tahun depan udah bisa. Tapi kalau dari Manado sudah bisa, kalau dari luar China-Manado-Wakatobi itu relatif mudah,” paparnya.

Tak hanya sampai disitu, pihak Kementerian Pariwisata berencana menerapkan penggunaan seaplane seperti yang sudah diterapkan di Anambas, untuk memudahkan wisatawan berkeliling dari satu pulau ke pulau yang ada di Wakatobi, seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Biongko.

“Paling cepet dari ke empat pulau itu akan lebih cepat hanya waktu gak sampai 30 menit itu akan menarik Wakatobi, dan pasti costumernya high end” ungkapnya.

 

Share This: