Aktor Tio Pakusadewo: Antara Prestasi dan Narkoba

Tio Pakusadewo (kiri) mengekspresikan kegembiraannya, setelah mendapai Piala dalam Usmar Ismail Award 2016
_

Polisi kembali melakukan penangkapan terhadap artis pemakai narkoba. Kali ini yabg ditangkap adalah aktor kawakan Tio Pakusadewo. Tio ditangkap rumahnya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Tio Pakusadewo memerankan Bung Karno dalam film “Pantjasila” (Foto: ist)

“Begitu kita datangi rumahnya kita tanya baik-baik yang bersangkutan juga kooperatif. Dia mengaku mengkinsumsi sabu,” ujar Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander Jumat (22/12/2017).

Tio langsung mengaku salah saat polisi men-datangi rumahnya. Dia juga langsung menyerah-kan barang bukti sabu yang dipakainya.

Di kalangan orang-orang yang mengenalnya, cerita tentang narkoba dalam kehidupan Tio Pakusadewo, sudah menjadi rahasia umum. Indikasinya, jika berbicara dia kurang fokus dan tidak pernah menatap mata lawan bicaranya.Dalam beberapa kesempatan, Tio Pakusadewo menyatakan secara terbuka ia memiliki kecanduan terhadap berbagai jenis narkoba, namun kini telah berhenti.

Dalam acara pemusnahan miras di Polres Metro Jakarta Selatan pada 23 Mei 2017 lalu, di hadapan para pejabat dan anggota polisi, Tio mengatakan baru bersih dari narkoba sejak 1 tahun 1 bulan lalu.

Namun aparat tidak percaya begitu saja dengan pengakuan Tio. Aktor kawakan ini sudah diintai Polisi sejak lama, hingga akhirnya dia benar-benar ditangkap, Jum’at pagi.

Tio Pakusadewo bersama Meriem Bellina membacakan nama pemenang pada FFI 2017 di Manado, 11 November 2017 lalu. (Foto: HW)

Aktor berkualitas

Terlepas dari sisi buruk yang dimilikinya, Tio adalah seorang aktor berbakat dan memiliki kualitas akting yang sulit ditandingi. Dari kemampuannya itu ia telah meraih penghargaan dari beberapa festival film.

Irwan Susetio Pakusadewo, nama lengkapnya, lahir di Jakarta pada 2 September 1963. Tio Pakusadewo mulai dikenal oleh publik Indonesia setelah berperan dalam Cinta Dalam Sepotong Roti arahan sutradara Garin Nugroho.

Pada awal tahun 1990-an, tokoh yang masih terhitung kerabat Kadipaten Pakualaman ini dikenal sebagai bintang film muda yang penuh talenta.
Berkat perannya sebagai Aria, seorang komponis idealis dalam film Lagu Untuk Seruni (1991), ia meraih Piala Citra.

Di Festival Film Indonesia tahun 1991 untuk kategori Aktor Terbaik Namun bersamaan dengan tenggelamnya film Indonesia pada pertengahan 1990-an, Tio menghilang. Ia terjebak dalam masalah pribadi dan narkoba.

Ia kembali berkarier di dunia perfilman dengan berperan pada film Viirgin  (2004). Dan sejak perfilman Indonesia bangkit, Tio kembali laris di film. Ia juga banyak memperoleh penghargaan dari festival.

Penghargaan / Piala dan Nominasi 

– Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 1991- Nominasi – Pemeran Pembantu Pria Terpilih di Festival Film Jakarta 2006

-Most Favourite Supporting Actor di MTV Indonesia Movie Awards 2006- – Nominasi – Most Favourite Supporting Actor di MTV Indonesia Movie Awards 2007

– Aktor Pembantu Terbaik di Indonesian Movie Awards 2008

– Nominasi – Pasangan Terbaik (bersama Rudy Wowor) di Indonesian Movie Awards 2008Nominasi

– Pasangan Terfavorit (bersama Rudy Wowor) di Indonesian Movie Awards 2008- Nominasi

– Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2008- Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2009Aktor Terbaik di Indonesian Movie Awards 2010- Nominasi

– Aktor Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2010- Nominasi – Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2010Aktor Pembantu Terbaik di Indonesian Movie Awards 2011

– Nominasi – Aktor Pembantu Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2011

– Nominasi – Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2011Segmen The Officer

– Nominasi – Aktor Terbaik di Indonesian Movie Awards 2012Aktor Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2012

– Nominasi – Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Piala Maya 2015

– Nominasi – Pemeran Utama Pria Terbaik di Indonesian Movie Actors Awards 2016

– Nominasi – Pemeran Utama Pria Terfavorit di Indonesian Movie Actors Awards 2016

– Nominasi – Pasangan Terbaik (bersama Julie Estelle) di Indonesian Movie Actors Awards 2016

– Pemeran Utama Pria Terbaik di Usmar Ismail Awards 2016

– Nominasi – Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2016

– Nominasi – Pasangan Terbaik (bersama Tatjana Saphira) di Indonesian Movie Actors Awards 2016

– Nominasi – Pemeran Pendukung Pria Favorit di Usmar Ismail Awards 2017

– Nominasi Aktor Pembantu Utama Terbaik FFI 2017 melalui film “Night Bus”

Share This: