Amien Rais Benarkan Terima Uang Rp600 juta pada 2007

_

Teka-teki aliran uang dari msntan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari kepada tokoh mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mulsi terjawab.  Tokoh reformasi tersebut membenarkan telah menerima Uang Rp600 juta, sebagaimana disebutkan Jaksa KPK dalam sidang Siti Fadillah Supari.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Amien Rais mengaku menerima uang dari Soetrisno Bachir melalui Yayasan Soetrisno Bachir pada 2007 lalu, uang itu diklaim untuk tugas operasional dirinya.

“Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya, untuk semua kegiatan, agar tidak membebani pihak lain,” ungkap Amien Rais di kediamannya, Jumat Pagi (2/6/2017).

Amien menjelaskan, kedekatannya dengan Ketua PAN,  sudah terjadi sebelum PAN lahir pada 1998. Ia mengatakan , Soetrisno yang merupakan entrepreneur sukses kala itu selalu memberi bantuan kepada dirinya dalam berbagai kegiatan, baik dalam kegiatan sosial maupun kegiatan keagamaan yang diusungny.

“Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari Soetrisno Bachir saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan pada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: disuruh ibundanya untuk membantu”. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar,” jelas Amien.

Ia  terheran-heran tatkala kejadian sepuluh tahun lalu, kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial. Ia menegaskan akan menghadapinya dengan jujur, tegas, apa adanya.

“Di tahun 2007, saya sudah 3 tahun tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional saya yang berlangsung selama 6 bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus saya ikuti secara tegas dan berani,” jelas Amien.

Akibat dari kejadian ini Amien pun berencana akan mendatangi KPK pada Senin esok (5/6) untuk menjelaskan biduk persoalannya.

Aliran uang yang diterima Amin Rais mencuat  pada pembacaan surat tuntutan terhadap Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari pada persidangan Rabu lalu (31/5), terkait dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 disebutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ali Fikri bahwa Amien Rais disebut menerima uang Rp 600 juta dari Yayasan Soetrisno Bachir.

Dana itu berasal dari Nuki Syahrun yaitu ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF) yang juga ipar dari Sutrisno Bachir yang saat itu menjabat sebagai ketua PAN (2005-2010). Suami Nuki, Rizaganti Syahrun merupakan teman dari Direktur Utama PT Mitra Medidua Andi Krisnamurti yang menjadi supplier alat kesehatan bagi PT Indofarma Tbk selaku pemenang pengadaan alkes untuk buffer stock di Kemenkes.

Nuki Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah. Salah satunya adalah Amien Rais.

Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa KPK, rekening Amien Rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta. Rekening Amien Rais tercatat pertama kali menerima pada 15 Januari 2007. Amien Rais terakhir menerima pada 2 November 2007.

Share This: