Anak Buah Tak Bisa Berbohong di KPK, Terdakwa e-KTP Marahi A

_

Anak buah biasanya patuh pada pimpinan, meskipun sang pimpinan suka negong. Tetapi Endah Lestari, staf di Dirjen Dukcapil Kemendagri punya sikap beda. Di hadapan penyidik KPK, Endah tak bisa berbohong tentang permainan bosnya dalam menangani proyek e-KTP. Akibatnya dia kena semprot sang bos.

Endah Lestari panitia penerima dan pemeriksa barang,  memberikan keterangan yang jujur, bahwa  percetakan e-KTP yang belum mencapai target pada tahun 2013 sebesar 145 juta e-KTP.

“Waktu itu pak Irman sedikit marah, karena saya tidak bisa menutupi untuk menyatakan bahwa target 145 juta itu sudah selesai,” ungkap Endah di Pengadilan Tipikor, Senin (22/5/2017).

Dia menjelaskan, selama proses pengerjaan tahun 2012-2013, sampai akhir Desember 2013 baru sekitar antara 122 atau 123 juta KTP yang tercetak atau kurang dari target sebesar 145 juta KTP yang harus dicetak.

Dalam pemeriksaan oleh penyidik KPK, oleh Irman ia disuruh  untuk mengutarakan sudah 145 juta KTP yang tercetak.

“Waktu itu KPK bilang ke saya tidak boleh bohong. Peenyidik bilang Ibu kan sudah punya anak dan suami’ dan waktu itu saya di bawah sumpah, jadi saya tidak bisa menutupi kalau itu belum sesuai target 145 juta,” ungkapnya.

Mendengar alasan tersebut, Irman pun langsung marah kepads Endah, karena yang tidak bisa bekerja sama dengan dirinya.

“Kamu baru digertak begitu saja sudah takut,” ungkap Endah menirukan omongan Irman kala itu.

 

Share This: