Anak yang Dinantikan itu Akhirnya Hadir Juga…

_

Keberadaan anak dalam sebuah perkawinan, merupakan harta yang tak ternilai harganya. Karena tujuan perkawinan itu sendiri adalah untuk menghasilkan keturunan.

Namun tidak semua pasangan mendapatkan karunia yang membahagiakan itu, karena terlalu banyak faktor yang dapat menentukan apakah seorang isteri bisa hamil atau tidak. Bisa karena faktor kemandulan isteri, atau suami yang tidak mampu membuahi, di samping faktor-faktor lain yang terkait medis.

Kendala itu sempat dialami oleh pasangan
Dr.Budi Ilham Maliki.S.Pd.,MM.,M.Si.,MCE (35 tahun) seorang Dosen di Universitas Bina Bangsa – Banten, yang menikah dengan Nely Nuryana,S.Si.,MM.,Apt (39, seorang karyawan di ASN (Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten).

Keduanya menikah awal tahun 2011. Setelah menikah tentu saja keduanya berharap segera mendapat keturunan.

5 bulan setelah menikah, Nely diketahui hamil. Ade membawa istringa ke dokter kandungan terbaik di daerah indramayu. Saat itu Istri saya Bekerja sebagai Kepala bidang Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) Jawa Barat.

Dokter memberikan suntikan penguat Kandungan dan vitamin serta menyarankan Bulan berikutnya untuk kontrol kembali.

Bulan yang ditunggu untuk kontrol berikutnya, ketika mengontrol kandunga, alangkah kagetnya istri Ade, setelah di Cek dokter kandungan mengatakan janinnya tidak berkembang.

Ke esokan harinya diputuskan untuk kontrol ke dokter kandungan yang lain, dengan harapan mendapat hasil yang lebih baik. Ternyata dokter yang lain pun memiliki kesimpulannya sama, bahwa janinnya tidak berkembang dengan melihat ukuran janin dengan waktu kehamilan yang tidak sesuai.

Beberapa dokter kandungan lain yang didatangi tetap tidak memberikan kesimpulan yang membuat tenang. Kesimpulannya bahwa Istri Ade harus menjalani kuretasi atau di vacum untuk mengeluarkan janin dalam kandungannya tersebut.

Tidak mau gagal kedua kali Ade bersama isterinya mencari cara untuk program kehamilan yang Baik. Segala upaya dilakukan, dengan mendatangi Rumah sakit Besar serta dokter-dokter spesialis Kandungan terbaik di Kota Bandung bahkan yang memiliki gelar Guru Besar atau Profesor Lulusan dari Universitas ternama di Luar Negri, bahkan sampai harus Ke Luar Negeri demi mendapat Waktu konsultasi yang Representatif.

Ratusan juga uang dikeluarkan untuk keperluan itu. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Nely dinyatakan terkena CMV (Cyto Megalo Virus) dengan (IgM negatif, IgG positif).

Tahun 2012 Bulan Januari Nely hamil kedua. Bulan pertama USG 4 dimensi pertama menyimpulkan janin yang sehat dan tumbuh dengan Normal. Bulan Kedua kontrol, dokter pun menyampaikan semua normal dan sehat. Betapa bahagia Ade dan istrinya.

Memasuki bulan ketiga atau minggu ke 12 kami melakukan kontrol ke dokter kandungan kembali. Tanpa basa-basi dokter menyampaikan detak jantungnya tidak ada. Lagi janin dalam kandungan Nely tidak berkembang.

Ini adalah kegagalan kehamilan yang Kedua. Keyakinan Nely untuk mendapat keturunan pupus sudah di saat itu.

“Saat kami keluar ruangan pemeriksaan dokter, seolah dunia ini sudah tidak bisa dijadikan tempat yang nyaman, Jalan kaki kearah parkiran kendaraan kami menjadi perjalanan terberat yang pernah kami lalui,” tutur Ade.

Di dalam mobil istriya menjerit, berteriak histeris dan meronta. Ade juga merasa sedih, kesal, dan emosi. Tetapi tidak ada upaya yang bisa kami lakukan.

Beberapa minggu kemudian Nely melanjutkan pemeriksaan ke Rumah sakit yang sama tapi dokter yang berbeda karena trauma dari istri dengan peristiwa minggu sebelumnya. Hasilnya Nely harus melewati kuretasi.

Pengalamam sebelumnya, kuretasi itu tidak pernah lama, tapi kali ini Dokter dan perawat yang menangani sudah 3 Jam belum juga keluar kamar Operasi, kekhawatiran mulai muncul.

“Tidak lama perawat keluar dan memanggil saya untuk masuk ke kamar Operasi karena ada hal yang akan disampaikan oleh Dokter Obgin yang menangani istri. Dokter itu dengan perlahan menjelaskan bahwa ada penyulit dan butuh penanganan ekstra yaitu terjadi pendarahan hebat dan rahim istri saya ikut keluar. Pilihannya hanya dua, yaitu rahim ibu istri saya harus dipotong atau Ibu Meninggal dunia karena Pendarahan,” tutur Ade.

Pilihan yang tidak enak dan membuat pilu saat itu. Ade menggenggam tangan dokter tersebut, dan menyampaikan bahwa dia belum punya anak.

“Saya Mohon dan saya Percaya Dokter bisa menangani dengan cara terbaik.”

Dengan terlihat berat hati dokter itu menyampaikan tentang keilmuannya yang ia pelajari di Jepang bahwa ada sebuah alat yang selama dokter itu praktek tidak pernah digunakannya karena harga yang mahal dan tidak terbiasa menggunakannya.

Akhirnya Ade menyetujui dokter menggunakan alat tersebut apapun hasilnya saya menandatangani tindakan dokter tersebut.

Selama 8 am Ade mendampingi istrinya di kamar operasi. Dokter Spesialis obgin, anastesi dan spesialis bedah beserta beberapa orang perawat menunggu dan berharap ada mukjijat, karena istri Ade menjadi pasien pertama yang dipasang alat tersebut.

Istrinyavdilarang bicara, batuk, bergerak bahkan makan, karena itu akan membuat balon penahan yang mengganjal Rahim bisa pecah dan kembali terjadi pendarahan.

“Itu artinya istri saya harus mengalami Operasi Besar pengangkatan rahim atau bisa terjadi hal terburuk yaitu meninggal Dunia,” kata Ade.
Masa Pengobatan CMV

Virus yang menyerang itu tetap harus di tekan dan diobati. Hasil konsultasi, Nely harus mengkonsumsi obat isoprinosine, acyclovir dan obat penguat kandungan yang harus diminum tanpa putus setiap hari selama 3 bulan.

Pasca therapy tersebut kami melakukan cek Lab ternyata tidak perubahan yang signifikan. Tidak Puas dengan therapy dan metode pengobatan kami banyak bertanya atau konsultasi hingga mencari tempat pengobatan keseluruh tempat yang kami yakini bisa menyembuhkan dari CMV, Bulak balik keluar negeri yang sudah menghabiskan biaya lebih dari Rp. 2 Milyar.

Semua jawaban Dokter sama menyarankan untuk melanjutkan pengobatan selama 6 bulan tanpa terputus, itupun kami lakukan dengan seksama tapi hasilnya Cek Laboratorium tidak menunjukan Perubahan yang berarti.

Hampir satu sahun berlalu meminum obat yang tidak memberikan efek apapun malahan banyak hal yang terasa mulai seringnya kesemutan, sering sakit maag yang membuat sakit lambung berlebihan, pusing mendadak, bahkan mudah sekali terserang demam dan masuk angin. Ade mengira itu adalah gejala typus, tapi cek darah tyroid kami ada pada batas Normal.

Informasi Pengobatan H.Juanda
Pada awal tahun 2014 kami melihat tayangan di salah satu Televisi Lokal di jawa Barat tentang penanganan penyakit TORC yang salah satunya adalah CMV.

Nely yang seorang apoteker, tidak yakin dan tidak percaya diri untuk mengikuti therapy Aquathreat. Namun keduanya tetap mengikuti seminar yang di selenggarakan di salah satu hotel di Cirebon.

“Akhirnya saya dan istri saya mengikuti anjuran dan saran yang diberikan oleh Pak Juanda.”

6 bulan mengikuti therapy, hasil Lab nya menunjukan penurunan yang sangat signifikan sehingga Nely di perkenankan untuk program kehamilan. Tetapi diikuti dengan therapy aquathreat yang terus di jalani.

Di akhir tahun 2014 Istri Ade menyampaikan berita kehamilannya, informasi ini sudah tidak menjadi kabar gembira karena efek atau dampak trauma di dua kali kegagalan kehamilan.

Ade membawa isterinyav melakukan kontrol kehamilan. Dibulan pertama dinyatakan sehat dan Normal. Dibulan kedua pun sama, dibulan ketiga kami mendengar detak jantung si bayi.

“Kami mendatangi dokter obgin. Informasi yang disampaikan, kehamilan istri saya bagus dan sehat. Kondisi ini bahkan sampai bulan ke 8, Dibulan ke 9 dokter sudah memprediksikan kelahirannya dan memberikan saran terbaik cara kelahirannya,” papar Ade.

Sesuai waktu normal, kemudian lahirlah anak pertama, pada 1 Agustus 2015, bayi perempuan dengan berat 3,5 kg yang diberinama Mirunneza Malik Ogani.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 8 Mei 2017, lahir lagi anak kedua, lelaki yang diberinama Fadzwar Malik Ogani, dengan berat 4,2 kg.
“Pengetahuan istri saya tentang keilmuan dalam Dunia Farmasi tidak usah diragukan, tapi setelah merasakan manfaat Therapy Aquathreat membuat kesimpulan bahwa ini solusi yang sangat direkomendasikan, Penemuan yang Hebat, Biaya yang Hemat, Cara yang Cermat. Tak terhingga rasa yerima kasih saya kepada Pak Juanda,” kata Ade dengan bibir bergetar.

Share This: