Angelica Simperler Memiliki Kepribadian Terbelah

_

Wajahnya yang cantik dan berpembawaan lembut, kerap mengecoh orang yang melihatnya. Tetapi siapa sangka si mungil berhidung bangir ini ternyata memiliki kepribadian terbelah. Bukan hanya dua, tetapi sampai memiliki 6 kepribadian berbeda (split personality). Beberapa di antaranya membuatnya berubah jadi gadis yang sadis.

“Itu semua merupakan trauma yang aku alami di masa kecil. Ternyata benar kata psikolog, trauma di masa kecil dapat merubah kepribadian seseorang,” kata Angelica ketika ditemui di Hotel Novotel Lampung, Senin (29/1/2018).

Multi kepribadian yang dimiliki ternyata bukan yang dimiliki sesungguhnya, melainkan karakter dalam film yang akan diperankannya. Angelica Simperler merupakan pemeran utama dalam film “Keira” yang akan disutradarai oleh Harry Dagoe Suharyadi.

Berperan dalam film itu menurutnya sebuah tantangan yang sangat berat, karena ia belum pernah memerankan karakter yang sangat kuat seperti itu selama ini.

“Sebelum berangkat ke sini aku sempat nangis. Berat benar ya perannya. Tapi aku harus berusaha untuk bekerja keras agar dapat memerankannya dengan baik,” kata gadis kelahiran Jakarta 9 Juli 1986 ini.

Sebagai seorang professional, gadis bernama asli Angelica Faustina Simperler ini beruahsa untuk memahami karakter yang akan diperankannya. Untuk itu ia tidak main-main. Angelica lalu berkonsultasi dengan psikolog untuk memahami karakter dalam filmnya.

“Psikolog memberi gambaran yang sangat penting tentang karakter yang aku perankan, sehingga aku mengerti. Sungguh pelajaran yang sangat berharga,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Angelica juga berusaha mengenal sang sutradara, Harry Dagoe Suharyadi yang selama ini banyak membuat film art dan mengangkat adegan-adegan kontroversial. Misalnya dalam film terakhirnya “Sunya” yang menampilkan adegan seks di mana salah satu pemerannya, penari Eko Supriyanto tellihat bugil.

“Memang ada adegan yang cukup berani. Tapi aku sempat tanya sutradaranya seperti apa nanti treatment kameranya. Setelah dijelasin aku paham. Tapi pastinya ini film komersil ya, jadi tidak mungkin adegannya terlalu jauh, karena percuma juga kan pasti akan disensor,” jelasnya.

Bagi Angelica, bekerja di bawah sutradara seperti Harry Dagoe Suharyati adalah pengalaman menarik sekaligus kebanggaan, karena Harry dikenal sebagai sutradara yang cukup detail dalam bekerja, dan banyak menghasilkan film-film art.

Share This: