Anggi Umbara Ikuti Jejak Ayah bikin “5 Cowok Jagoan”

Ram Punjabi (baju bru) bersama Anggi Umbara dan pemeran "Lima Cowok"Jagoan dalam selamatan produksi di kantor MVP Pictures di kawasan Kuningan Jakarta, Selasa (18/4) - Foto: HW
_

Like father like son, ungkapan dalam bahasa Inggris. Seorang anak tak jauh berbeda dengan ayahnya. Begitulah dengan Anggi Umbara, sutradara yang pernah melahirkan film laris sepanjang masa di Indonesia, Warkop Reborn.

Anggi dalah putra dari almarhm Danu Umbara aktor dan sutradara yang telah tiada. Danu terkenal dengan karyanya, film Lima Cewek Jagoan pada tahun 1980, yang antara lain dibintangi oleh artis top masa itu, Eva Arnaz.
Kini Anggi mengikuti jejak ayahnya untuk membuat film dengan judul dan cerita yang hampir sama. Film itu akan diedarkan tahun depan. Tetapi sebelum keinginannya membuat film dengan judul yang sama dengan film ayahnya, 5 Cewek Jagoan, Anggi melakukan “pemanasan” dengan membuat film berjudul 5 Cowok Jagoan. Kedua film itu akan diproduksi oleh Multivision Pictures.

“Ini sebenarnya warming-up remake dari film ayah saya 30 tahun lalu. Nanti akan bikin 5 cewek jagoan, dan ini kita bikin 5 Cowok Jagoan. Yang ini lebih komedi. Ini memang diset-up untuk menjadi universe yang baru, yang berbeda dengan pakem,” kata Anggi dalam selamatan pra produksi 5 Cowok Jagoan di kantor MVP Pictures, Selasa (18/4/2017).

5 Cowok Jagoan mengisahkan tentang lima lelaki dari berbagai latar belakang, yang bahu-membahu untuk menyelamatkan seorang gadis dari penculikan. Film ini akan dibintangi oleh Dwi Sasono, Arifin Putra, Aryo Bayo, Conerlia Sani, Tika Bravani, Niriza Zubir dan lain-lain. Film ini akan masuk ke dalam hibrid genre, atau film yang multi genre, karena ada unsur komedi, action, thriller dan horor.

Meski pun unsur komedinya kuat, Anggi tidak ingin main-main dalam membuat film ini. Ia menuntut para pemain untuk mencurahkan segala kemampuan, termasuk dalam melakukan adegan-adegan laga.

“Demi film ini aku udah dua bulan ini tidak makan tepung, sesuai permintaan sutradara, agar tubuhku terbentuk. Pokoknya semua permintaan sutradara dan produser diturutin. Saya mah hanya menjalani ajalah. Yang jelas ini memang film ini gila,” papar Nirina Zubir.

Aryo Bayu mengaku baru pertama kali main dalam film komedi. Di sini ia mendapat tantangan cukup berat untuk berperan dalam film komedi.

“Ini sesuatu yang baru. Gua belum pernah main komedi sebelumnya. Gua senang betul, dalam proses reading kita fun, walau pun berat juga mengikuti syutingnya,” tutur Ario Bayu.

Kaki Cornelio Sani sampai saat ini masih cedera, karena dalam latihan menjelang syuting, dia terkena tendangan pemain lain, yang menyebabkan engkelnya sakit.
Produser Ram Punjabi menilai yang dikerjakan Anggi Umbara merupakan sebuah proyek yang ambisius. Ia tidak percaya ketika pertama kali Anggi mengajukan proposal, menyodorkan nama-nama pemain yang akan direkrutnya untuk film Lima Jagoan.

“Kita semua mengetahui kelebihan Anggi. Tidak ada yang tidak tahu kelebihan Anggi. Ketika merancang film ini, Anggi memberikan cast untuk main film ini. Saya bilang kamu kurang tidur? Bagaimana bisa menggabungkan nama-nama top dalam satu film? Di India pernah ingin digabungkan Amir Khan, Salman dan Shahruk Khan, tetapi tidak pernah bisa. Tapi ini ada “Amir Khan”, “Shahruk Khan”, “Salman Khan” dan bahkan “Tom Cruise”, papar Ram. Yang dimaksud Tom Cruise adalah Cornelio Sani.

Bagi Ram tidak masalah Anggi ingin menggabungkan nama-nama terkenal dalam filmnya, asal mereka benar-benar bisa memberikan schedule yang tepat. Persoalan di Indonesia pada pemain terkenal adalah soal pengaturan jadwal.

5 Cowok Jagoan merupakan film kedua Anggi Umbara bersama MVP Pictures. Sebelumnya tahun 2016 lalu keduanya berkolaborasi melahirkan film laga berjudul 3 – Alif, Lam, Mim. Namun film tersebut kurang sukses di pasaran.

Dalam dua tahun terakhir ini film-film MVP Pictures memang kurang menggembirakan dalam pemasaran, bahkan secara kualitas tergolong cukup baik.

Ram juga berani untuk menggaet nama besar dalam filmnya, seperti sutradara terkenal Garin Nugroho yang menggarap film Aach Aku Jatuh Cinta dan Mooncake Story bekerja sama dengan Tahir Foundation, tetapi itu pun hasilnya kurang menggembirakan.

Begitu pula ketika ia merekrut bintang-bintang besar seperti Reza Rahadian, Chelsea Islan, Bunga Citra Lestari dan Tara Basro, untuk film 3 Srikandi, hasilnya tetap kurang menggembirakan.

“Bicara keberhasilan, semua produser menginginkan itu. Tetapi kalau kita gagal dapat penonton film banyak, kita dapat apresiasi di bidang lain, misalnya The Best Director, itu kebahagiaan lain,” kilah Ram.

“Tidak ada profesor dalam bidang ini. Semua learning by doing. Semua karya, adalah percobaan,” tambahnya.
Menurut Ram, kesepakatannya dengan Anggi adalah, film ini harus jadi fun. Target untuk mengharap film ini sukses memang ada. Tapi ada banyak yang membuat film ini sukses, tandasnya, Kerja, kerja kerja dan faktor x.

“Faktor X melekat pada semua, tapi tidak kelihatan. Film yang diharapkan sukses, belum tentu sukses. Bodoh kalau film ini tidak jadi top. Semua yang bekerja di sini akan mengarah ke sana. Kita tidak bicara faktor X kapan munculnya dan kapan hilangnya, kita tidak tahu,” kata Ram.

Share This: