Anna Mariana Akan Bawa 20 Rancangan Baru ke Washington DC

Dr. Anna Mariana (Foto; M Ihsan)
_

 

Disainer kain tenun dan songket DR Hj. Anna Mariana SH. MH, MBA  akan membawa 20 gaun rancangan baru untuk pertunjukan sesi International Couture Collections DC Fashion Week, yang akan diselenggarakan di Franklin Square 1315 K St NW, Washington, DCpada 25 Februari 2018, mendatang.

Foto: M Ihsan

Anna Mariana mengungkapkan hal itu usai memimpin gladi bersih peragaan busana menjelang keberangkatan ke Amerika, di rumah mode “Marsya” miliknya, di kawasan Pondok Indah Jakarta, Senin (21/2/2018).

Kedua puluh kreasi yang akan ditampilkan adalah kreasi tenun dan songket Babe.  “Babe ini adalah singkatan Bali dan Betawi. Saya memadukan corak  Bali dari motif kain poleng dan tenun Betawi!” katanya antusias

Anna menggelar fashion show ke Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi  memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya.  “Harapan  saya, karya designer  yang mengangkat budaya lokal Indonesia  semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia dlm kancah fashion dan mode di dunia Internasional!”

Incar Fashion Show di Arab Saudi.

Mencermati reformasi di Arab Saudi yang berimbas positif pada dunia mode, wanita yang berprofesi sebagai lawyer ini mengaku ikut gembira, terutama dengan munculnya kabar akan diselenggarakan fashion show di negara tersebut.

Usai pertunjukkan di Amerika, Anna berjanji akan mempersiapkan rancangan untuk pasaran Arab Saudi.

“Selama ini kain saya sudah masuk ke Madinah. Saya ikuti terus perkembangan di Arab Saudi. Kalau ada perubahan tren mode di sana, tentu saya harus menyesuaikan,” katanya.

Foto: M Ihsan

Dipakai Presiden Jokowi

DR Hj. Anna Mariana merupakan seorang designer yang kreatif untuk kain tenun dan songket.  Tahun 2016, ia melahirkan karya baru tenun dan songket Betawi, yang  mengangkat motif dengan mengadopsi icon khas Betawi seperti ornamen ondel-ondel, kembang kelapa, gigi balang, elang bondol dan lain-lain.

“Karya tenun dan songket  motif Betawi telah digunakan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat Lebaran  Betawi Juli 2017, juga dikenakan Gubernur dan Wakil Gubernur  DKI Anies Baswedan dan  Sandiaga Uno beserta isteri masing-masing, saat mereka mendapat  gelar kehormatan Abang dan Mpok Betawi  pada Desember 2017,” ungkap isteri Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, S.H., M.H., MSc ini.

Karya-karyanya selama ini sangat kental dengan corak Bali maupun Betawi. Pada sentuhan Bali, Anna menempatkan corak poleng, yakni  motif kain kotak kotak berwarna  hitam putih (Rwabhineda) yang sangat popular dan menjadi icon dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Dalam paham masyarakat Hindu, Rwabhineda melambangkan dua sifat yang bertolak belakang,  yakni  hitam putih, baik buruk, panjang pendek, kaya miskin dan sebagainya,” ungkap Anna menerangkan.

Sementara itu, warna hitam putih pada Poleng, melambangkan beberapa  hal. “Hitam melambangkan kekuatan Wisnu, yaitu Tanah kesuburan dan kelahiran. Sedangkan putih melambangkan kekuatan Siwa yaitu, angkasa, lambang kehidupan, kebersihan, dan kesucian serta kembalinya segala sesuatu kepada Tuhan

Sedangkan nuansa tenun dan songket Betawi sebuah kain maha karya yang diciptakan  Anna Mariana di Jakarta, (mulai dari design benang untuk ditenun hingga menjadi kain dan didesain menjadi gaun) ditampilkannya dalam warna Merah Putih,

“Seperti warna Bendera Merah Putih ciri khas Indonesia, dan juga  ada sentuhan burung Garuda yang merupakan lambang negara  dan dikenal juga sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika,” ujar Anna lagi.

“Karya saya untuk DC Fashion Week ini berupa gaun gaun bergaya internasional namun kuat menyimpan motif ciri khas budaya Indonesia!” pungkas Anna.

 

 

 

 

Share This: