Anna Mariana Akan Bawa Tenun dan Songket ke Washington DC Fashion Week

DR.Anna Mariana diapit oleh penyanyi Iis Sugianto dan suaminya Tjokorda Ngurah Agung. (Foto: HW)
_

Disainer sekaligus pembinan kain tenun dan songket DR. Anna Mariana, SH, MH, MBA, berencana akan membawa disain-disain baru kain tenun dan songket, untuk mengikutu peragaan busana yang akan diadakan di Washington DC, Amerika Serikat, Februari 2018 mendatang.

Anna bersama para peragawan / peragawati dari Studio 26 pimpinan Ati Ganda, akan memperkenalkan kain tenun dan songket ke dunia internasional melalui event ini.

“Tentu saja model dan warnanya akan disesuaikan agar mssyarakat di sana juga menyukai kain tenun dan songket,” kata Anna disela-sela acara ulangtahunnya yang ke-58 di rumahnya, di Jl. Ampera, Jaksel Minggu (31/12/2017) malam.

Anna Mariana yang didampingi oleh sang suami Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH  dan penyanyi Iis Sugianto menambahkan, sebagai orang yang dipercaya untuk menciptakan tenun Betawi, berjanji juga akan memperkenalkan tenun Betawi dalam ajang itu.

Bagi Anna menggelar fashion show ke Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya.

“Harapan saya, karya designer yang mengangkat budaya lokal Indonesia semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia di kancah fashion dunia Internasional!”

Keberangkatan Anna Mariana ke Washington ini juga merupakan kerja sama dengan Indonesian Kids Performing Arts (IKPA), sebuah organisasi nirlaba yang independen dan peduli pada pendidikan anak-anak warga komunitas Indonesia yang tinggal di Washington. IKPA sepanjang dua hari (23 dan 24 Februari 2018) akan menggelar acara charity, bazar juga pagelaran kebudayaan.

“Pementasan ini akan disaksikan banyak orang Indonesia maupun warga masyarakat Washington, termasuk anak-anak Indonesia yang lahir dari perkawinan campuran, di mana mereka sedikit sekali mengenal budaya Indonesia. Ini semacam mengajak mereka untuk lebih mengenal akar budaya Indonesia,” tutup Anna Mariana.

Undang anak yatim

Menyambut Tahun Baru 2018, sekaligus memperingati ulang tahunnya yang jatuh tiap 1 Januari, designer tenun dan songket Anna Mariana mengundang sejumlah anak yatim dan kaum duafa untuk berdoa bersama.

“Sambil juga kita coba perkenalkan budaya Betawi. Ini jadi semacam edukasi tentang Betawi kepada mereka, baik dari sisi tarian, musik, makanan juga menenun!” ujar Anna Mariana.

Anna memang sedang jatuh cinta pada Betawi. Terlebih setelah pada tahun 2016 lalu, ia melahirkan tenun dan songket motif Betawi, yang desinnya mengadopsi icon khas Betawi seperti ondel-ondel, kembang kelapa, ornamen gigi balang, dan lain-lain.

“Tenun dan songket motif Betawi ini sudah dirilis dan telah pula digunakan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat Lebaran Betawi pada Juli 2017,” ungkap isteri Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, S.H., M.H., Msc ini.

Bukan cuma orang nomer satu negeri ini yang memakai tenun dan songket Betawi. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta isteri masing-masing, saat mendapat gelar kehormatan Abang dan Mpok Betawi pada Desember 2017, juga mendapat cindera mata berupa cukin dan selendang yang terbuat dari tenun dan songket Betawi.

Karya tenun dan songket Betawi terasa menjadi eksklusif dan spektakuler, karena dalam sejarah tekstil Betawi, tradisi tenun dan songket kurang berkembang, yang ada hanya Batik. Anna bukan hanya berkonsentarasi melahirkan tenun dan songket di Betawi,

Ia juga berjuang membiayai dan terus menerus membina lahirnya pengrajin baru, agar tenun dan songket sebagai warisan budaya bangsa, bisa terus bertahan bahkan dikembangkan sesuai selera zaman.

“Ada rencana tahun 2018 bersama Bamus, kami akan membuka workshop menenun yang ditempatkan di cagar budaya Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Nanti kita akan melatih kreativitas anak-anak putus sekolah di Jakarta untuk belajar menenun. Ini bukan hanya akan meningkatkan keahlian seseorang dalam menenun, tapi juga memberi peluang kerja dan penghasilan,” tutur Anna yang yang juga memberi modal dalam bentuk peralatan menenun dan benang menenun.

“Apapun bentuk hasil karya mereka akan saya beli kembali!” ujar Anna yang memiliki jutaan pengrajin dan anak asuh yang tersebar di seluruh nusantara.

 

Share This: