Anna Mariana: “Kelihatannya Enak di Kalibata City!”

Anna Mariana (jilbab merah) bersama Musdalifah di sebelah kirinya dan jajaran Pengelola Aparten Kalibata City lainnya. (HW)
_

“Kelihatannya Enak di Kalibata City!”

Ucapan itu disampaikan secara spontan oleh Disainer kain tenun dan songket Anna Mariana, ketika berada di kawasan Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019) sore.

Anna berada di Kalibata City untuk mengikuti acara Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan 500 anak yatim piatu yang diadakan oleh pengelola apartemen.

Orang sering mengatakan macam-macam. Tapi saya di sini betah ya, seperti di rumah sendiri. Kalau sudah ke sini saya males pulang,” kata Anna Mariana, yang ikut berkontribusi dalam acara Buka Bersama 500 anak yatim itu.

Menurut Anna, acara buka puasa bersama anak yatim adalah salah satu cara untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tidak mampu. Dirinya terpanggil untuk berbagi.

“Alhamdulillah kita punya rejeki, jadi masih bisa berbagi. Alangkah indahnya ya jika semua orang yang berkecukupan mau berbagi dengan saudara-saudaranya yang kekurangan,” ujar Anna Mariana.

Acara berbuka puasa di Kalibata City tahun ini merupakan yang keempat kalinya. Menurut Dewan Pembina P3SRS Kalibata City Musdalifah Pangka, dalam acara berbuka puasa kali ini panitia memberikan bingkisan dam THR kepada pegawai outsorcing di Kalibata City.

Inspirsi acara bukber di Kalibata City datang dadi seorang berusia 13 tahun, wujudnya tidak begitu jelas apakah perempuan atau laki. Dia datang membawa setumpuk uang dlaam amplop berisi lembaran dua ribuan yang jumlahnya hampir Rp. 800 ribu.

“Anak yang badannya penuh tato itu mengatakan, saya kerja serabutan. Setiap hari menyisihkan uang 2000 dalam baju saya. Saya serahkan kepada ibu untuk diberikan kepada anak-anak yatim,” tutur Musdalifah.

Dari situ ia melihat bahwa hati seseorang tidak bisa dinilai dari penampilannya. “Yang saya sedih setelah itu saya tidak pernah ketemu lagi dengan anak itu,” tambahnya.

Disainer tenun dan songket pemilik rumah mode House of Marsya, Anna Mariana sepakat dengan apa yang dikatakan Musdalifah. Penampilan luar tidak selalu mencerminkan apa yang ada di dalam.

Apartemen Kalibata City di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, merupakan sebuah komplek apartemen yang padat. Ada 13 tower yang dihuni oleh 40 ribu lebih manusia. Tempatnya yang strategis, dekat dengan stasiun kereta api, berada di samping jalan raya dan tidak jauh dari pusat kota, membuat apartemen ini sangat diminati.

Kalibata City juga memikiki fasilitas yang sangat lengkap. Selain itu harga unit yang murah menjadi salah satu alasan mengapa aparteman ini sangat diminati. Sayangnya harga unit yang murah itu membuat banyak pemilik uang membeli hanya untuk investasi, untuk kemudian disewakan kepada pihak yang membutuhkan.

Banyak unit apartemen yang disewakan dengan harga murah untuk harian atau bulanan. Pemilik tidak pernah tahu siapa penyewanya, yang penting membayar dengan harga dan cara yang disepakati.

Akibatnya banyak yang menyewa apartemen untuk kegiatan ilegal seperti prostitusi terselubung. Di apartemen ini juga banyak ditempati oleh perempuan-perempuan simpanan pejabat.

Tahun 2018 lalu, sebagaimana ditulis Kompas.com (10 Agustus 2018), kepolisian setidaknya telah mengungkap lima kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Jumlah ini belum termasuk kasus-kasus prostitusi lain yang diungkap pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada kasus terakhir yang diungkap pada 2 Agustus lalu, polisi mengamankan 32 pekerja seks komersial (PSK) dari tempat itu. Yang membuat prihatin, 5 di antaranya merupakan pekerja seks usia dini. Tak hanya PSKnya yang berusia dini, pelanggannya pun ada yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Sedemikian burukkah citra apartemen Kalibata City?

“Alhamdulillah wilayah Jaksel cukup kondusif. Kalibata City semakin aman. Dengan 40 ribu penghuni dari berbagai etnis, tidak ada lagi ya kejadian-kejadian yang mengkhawatirkan. Kalau soal keributan-keributan kecil, biasa ya,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar.

Selain Kapolres Jaksel, acara itu juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Imbiri, mantan Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo, Walikota Makasar Iqbal Suhaeb, Dandim 0405 Letkol Aji Prasetyo, Disainer tenun dan songket Anna Mariana dan undangan lainnya. Ceramah disampaikan oleh Ustadz M. Rizal Siregar Lc, MA.

Mantan Gubernur Suksek Sahrul Yasin Limpo menyerahkan bingkisan untuk anak yatim piatu. (HW)

Dalam ceramannya Ustad Rizal Siregar mengatakan, Kalibata berasal dari dua kata: kali dan bata. Kali merupakan tempat air mengalir, sehingga segala hal yang kotor diharapkan bisa terbawa air, sedangkan bata bisa berarti tembok, benteng, sehingga penghuni bisa menjadi benteng terhadap ha-hal yang buruk.

 

Share This: