Anna Mariana: Pemerintah Tetapkan 7 September Sebagai Hari Tenun

_

Di tengah perjuangan mengembangkan beragam tenun,  Perancang Anna Mariana memendam impian untuk bisa melahirkan peringatan Hari Tenun Nasional, sama seperti peringatan hari Batik yang setiap tahun diperingati tiap tanggal 2 Oktober. 

Bersama sejumlah yayasan yang menaungi dan membina para pengrajin Indonesia, seperti KTTI (Komunitas Tekstile Tradisional) ATTI (Assosiasi Tradisional Tenun Indonesia), Yayasan CBKN (Cinta Budaya Kain Nusantara) yang didirikannya, Anna bergerilya melobi dan melakukan pendekatan kepada pemerintah, baik lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maupun lewat Setneg .

Perjuangan Anna dan kawan-kawan, dalam mengangkat Tenun dan membawa Tenun-tenun Indonesia diakui secara legalitas, bakal segera terwujud.

“Alhamdulillah Pemerintah sudah menetapkan Hari Tenun Nasional untuk diperingati setiap tanggal 7 September, Kepresnya tinggal ditandatangani Pak Presiden Jokowi. Deklarasi tentang penetapan peringatan ini akan diumumkan dalam acara Festival Tenun Tradisional Nusantara dalam waktu dekat,” kata Anna di tengah rapat kerja Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat (9/3).

Dengan adanya penetapan Hari Tenun Nasional, menurut Anna diharapkan dapat membantu industri tenun tradisional Indonesia berkembang lebih maju.

Menjelang rapat kerja Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Hotel Grand Cempaka, Anna Mariana, kembali menggelar rancangan karya master piecenya berupa Tenun Betawi. Pagelaran berlangsung Design yang dimaksud disesuaikan dengan tema rapat kerja hari itu, yakni LBK Penggerak Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi di Era Milenial.

“Tema ini sekaligus untuk mengangkat dan mempromosikan budaya Tenun Betawi Modern di era kini!’ tutur wanita kelahiran 1 Januari 1960 ini.

“Untuk koleksi terbaru yang diperagaan hari ini, saya sengaja menampilkan 20 pakaian, terdiri dari busana wanita dan pria dengan design bergaya Betawi modern, kekinian, dan sesuai dengan anak milenial jaman now,” ujar Hajah, Prof, Dr Anna Mariana, S.H, M.H, M.B.A . “Jadi ada baju hijab, ada pula baju untuk hang out!”

Tenun Betawi atau lebih dikenal dengan nama tenun BaliBetawi (BaBe) pertama kali diluncurkan Anna pada 2016, atas inisiatif pimpinan DKI saat itu, Sony Sumarsono. “Saat itu di Betawi (Jakarta) sama sekali belum memiliki wastra tenun, yang ada hanya Batik Betawi!” tutur Anna yang duduk sebagai Bendahara LKB.

Anna menyebut, tujuan utama diciptakannnya tenun Betawi juga produk BaBe antara lain agar bisa mengangkat budaya Betawi ke tingkat lebih modern dan bisa dibanggakan ke tingkat Internasional.

“Agar Betawi tidak kalah dari daerah lain yang sudah lebih dulu dikenal di dunia internasional untuk produk mode dan fashionnya melalui tenun yang indah!” ujar isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha S.H, M.S, M.S.C.

“Dalam beberapa kesempatan show keluar negeri, seperti ke Washington DC dan Jepang, Tenun Babe pula yang menjadi bahan utama, untuk saya peragakan!” ungkap Anna.

Selama masuk ke dalam pengurusan LKB, Anna mengaku ide-idenya tertampung denga baik. Bahkan bersama Beki Mardani (Ketum LKB) dan Imron Hasbullah (Sekjen) telah disusun rencana kegiatan bertajuk Betawi Modest Fashion Week yang akan digelar secara tahunan.

“Agar bisa mengangkat industry fashion dan kerajinan tradisional Betawi lebih berkembang dan menjadi modern. Di pengurusann LKB ini, kami solid, sejalan, sepemikiran dengan seluruh pembina lainnya!”

Dengan lahirnya tenun Betawi produk unggulan karya Anna Mariana melengkapi Batik Betawi yang sudah lama ada, menurut Anna, wastra ini akan mampu mengangkat dan membawa budaya Betawi lebih dikenal luas hingga ker manca negara.

Anna Mariana memang gigih dalam melestarikan sekaligus menggembangkan tenun sebagai warisan leluhur budaya bangsa Indonesia. Setelah berjuang merilis tenun Babe, ia juga berjuang menghasilkan tenun perpaduan baru. Antara lain tenun BaliSolo, Bali Jogja, Bali Papua dan Tenun BaliMagista (Bali Makasar, Bugis dan Toraja).

 

Share This: