Artis Senior Wieke Widowati Pimpin Parfi, Gantikan Andryega da Silva.

Andyega da Silva (kiri) dan Wieke Widowati, ketika mengikuti Kongres Parfi ke-15 di Mataram, Lombok, akhir Agustus 2016 lalu. (Foto: HW)
_

Dewan Pembina Organisasi (DPO) Parfi akhirnya memutuskan untuk mengangkat artis senior Wieke Widowati yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Parfi, untuk menjadi Ketua Umum PB Parfi yang baru, menggantikan Andreanus Dedi Darmawan alias Andryega da Silva. Keputusan itu diambil setelah DPO mempelajari mosi tidak percaya 30 Pengurus PB Parfi terhadap kepemimpinan Andryega.

“Jadi mulai tanggal 18 Januari Wieke Widowati memimpin Parfi menggantikan Andryega. Keputusan itu tidak sepihak, karena kami mempelajari mosi tidak percaya tigapuluh pengurus Parfi terhadap Andryega,” kata salah seorang anggota DPO kepada Balaikota.com, melalui telepon, Kamis (19/1) pagi.

Dengan lengsernya Andre, begitu panggilannya, berarti Andre merupakan Ketum Parfi tersingkat yang pernah ada. Dia diangkat oleh DPO Parfi pimpinan Aspar Paturusi, 30 Agustus 2016, setelah Ketum Parfi terpilih dalam Kongres Lombok, Gatot Brajamusti ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Sejak memimpin Parfi Andre memang selalu menjadi pergunjingan di kalangan pengurus maupun anggota yang lain. Terutama sejak utangnya sebesar Rp.460 juta kepada Ketua Umum KFT Febryan Aditya, terkuak di media massa. Andre telah melakukan wanprestasi, bahkan dituding melakukan penipuan terhadap Febryan, sehingga Ketua KFT memperkarakannya secara hukum, dan menyita mobilnya.

Sejak masalah utang-piutangnya dengan Ketum KFT terkuak, Andre jarang muncul di kantor Parfi di Lt. 4 Gedung PPHUI Kuningan, Jakarta. Bahkan beberapa pengurus inti sulit menghubunginya. Akhirnya para pengurus membuat mosi tidak percaya.

“Sebelumnya kami telah melakukan pemanggilan kepada Andre, tapi dia tidak datang. Kita cek ke rumahnya di Jagakarsa, ternyata telah kosong. Menurut seorang pengurus Parfi yang menghubungi isterinya, keluarga mereka mengaku berada di Bandung. Tapi tidak jelas di mana alamatnya. Nah, berdasarkan itu semua akhirnya DPO mengambil keputusan. Dari delapan anggota DPO yang aktif, 5 terlibat dalam pengambilan keputusan. Artinya, pengambilan keputusan itu kuorum,” kata anggota DPO yang belum bersedia disebut namanya.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan dari Andre. Pesan WA yang dikirim Balaikota.com, belum dijawab. Bahkan dari tanda di WA, pesan yang dikirim Kamis (19/1) pagi itu belum dibaca. (*)

 

 

Share This: