Asbakin Tandatangani Kerjasama Dengan RKIH

Ketua Umum Asbakin, Willy Alegra Sampoerna (batik biru) berjabatan tangan dengan Ketua Umum RKIH, Kris Budiardjo usai penandatangan Nota Kesepahaman (Foto: HW)
_

Asosiasi Bapak Angkat Indonesia (Asbakin) sepakat bekerjasama dengan Rumah Kreasi Indonesia Hebar (RKIH) untuk membangun kehidupan masyarakat kecil dan menjaga budaya bangsa. Penandatanganan kerjasama dilakukan Minggu (11/8/2018) malam di Hotel Grand Cempaka Jakarta, bertepatan dengan HUT keempat RKIH.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, kemarin juga diadakan pemotongan tumpeng HUT ke-4 RKIH dan peluncuran Rumah Shalawat Indonesia.

“Kami memiliki pandangan yang sama, bahwa kemajuan sebuah negara tergantung kepada kesejahteraan masyarakatnya. Karena itu, siapapun yang memiliki pemikiran sama, kami siap bekerjasama,” kata Antonius Bayu Putra.

Ada lima butir kesepakatan yang tercantum dalam isi perjanjian yang disepakati. Pertama, membangun solidaritas nasional untuk mewujudkan cita-cita nasional yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, membangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang usaha, dengan pola kemitraan yang tepat, terarah dan terukur.

Ketiga, penerapan dan pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan, untuk meningkatkan martabat manusia Indonesia seutuhnya, serta mendukung program kemitraan.

Keempat, pengembangan dan pelestarian budaya nasional, untuk memperkuat identitas nasional di tengah globaliasi.

Dan kelima: pelestarian lingkungan hidup untuk keberlanjutan peradaban dan kelangsungan hidup manusia.

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Ketua Umum RKIH Kris Budiardjo dan Willy Alegra Sampoerna, Ketua Umum Asbakin.

Menurut Antonius Bayu Putra dari Asbakin, selama ini lembaga tempatnya bernaung murni berjuang untuk mensekahterakan masyarakat melalui pemberian bantuan dan pendampingan.
Asbakin mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bisa bekerjasama dengan siapa saja. Musuh kami bukan hanya kemiskinan tetapi pengangguran, ketimpangan ekonomi. Siapa saja yang memiliki tujuan sama, ayo kita bergandengan tangan.” Kata Antonius Bayu.

Sedangkan RKIH, selain membuka akses permodalan juga membuka pasar bagi hasil pertanian atau produksi hasil masyarakat.

Share This: