Ayu Azhari Bersuara Menjaga Kebhinekaan

Ayu Azhari usai tampil di Musro Hotel Borobudur, Jum'at (20/1) malam. (Foto: HW)
_

Bangsa Indonesia akhir-akhir ini tengah mengalami ujian yang tidak ringan terkait toleransi dan kebhinekaan. Hal itu cukup mencemaskan, karena mengancam NKRI yang terdiri dari ratusan etnik maupun kepercayaan.

Merasa terpanggil untuk menjaga kebhinekaan itu, artis film Ayu Azhari mengajak bangsa Indonesia untuk tetap bersatu, menjaga toleransi dan kebhinekaan. Ayu menyampakkan pesannya itu melalui lagu, melalui musik, bidang yang kini digelutinya.

Jum’at (20/1/2017) malam Ayu tampil di Musci Room (Musro) Hotel Borobudur untuk memeriahkan panggung musik yang diberinama To Create tolerance and peace Through Music. Ayu ditemani anaknya Axel, dan diiringi Devian Zikri Band. Selain Ayu, tampil pula grup band legendaris asal Papua, Black Brothers.

Tampil dengan busana etnik NTT, Ayu yang telah dinobatkan sebagai Duta Etnik Tahun 2017 menyanyikan beberapa buah lagu dari albumnya. Dari lagu-lagu yang dibawakan memang tersirat ada kebhinekaan di dalamnya, karena lirik lagu memang menggambarkan sesuatu yang khas dari daerah tertentu, seperti lagu-lagu Pempek Lenjer, Gado Gado Jakarta, Siti Nurbaya dan Onde Onde Siput.

 “Saya sebagai seniman bisa menghimbau, bahwa kita bisa berkarya yang menyatukan atau menciptakan suasana cinta kasih sayang, damai dan toleransi dari kesenian, dari tari, dari musik. Jadi kita punya budaya yang sangat beragam bhineka tunggal ika bertemu dalam budaya, dalam keberagaman. Jadi toleransi terjaga,” papar Ayu usai menyanyi.

Menurut artis kelahiran Jakarta, 19 November 1969 ini, dirinya ingin menularkan pesan positif kepada semua orang. “Hidup ini tergantung kita. Kalau kita melihatnya indah, akan terasa indah. Tapi kalau kita melihatnya sumpek, ya jadi sumpek. Itu saya sampaikan melalui lagu Hidup ini Indah,” tambah Ayu.

Selain lagu-lagu yang bernuansa keadaerahan, beberapa lagu lainnya menyampaikan pesan positif untuk menyikai hidup. Yakni dalam lagu-lagu Over The Rainbow, Negeri pelangi, Hidup ini Indah, Sweet dream. Tapi yang penting dari semua itu yang ingin ditekankan Ayu adalah bagaimana pentingnya menjaga kebhinekaan, di tengah keragaman yang kita miliki.

 “Jadi perbedaannya apa pun bermacam ragam kitamemiliki satu hati untuk satu hati. Kita tetap satu. Awalnya kita bisa liaht sekarang isyu-isyu perbedaan kita mau sampaikan pesan melalui musik. Dengan musik kita bisa satu hati, satu visi. Kita harus saling menghingatkan, saling menghimbau. Kita ini seniman, tidak pernah pensiun. Selalu memberikan pemikiran yang baik,” kata artis yang kini melanjutkan kuliah lagi di sebuah universitas swasta, Jurusan Fisipol.

Mengenai perannya sebagai Duta Etnik, Ayu mengaku bertugas untuk untuk membantu pengrajin atau pengusaha UMKM untuk terus berkarya, membantu memasarkan memberi peluang dan memberi

pengrajin peluang untuk terus berkarya. “Dan sekarang saya tidak boleh lagi berpakaian sembarangan, walau tetap dalam fashion,” kata Ayu. (*)

 

 

 

 

 

 

Share This: