Bekraf Bantah Biaya Seluruh Anggota Delegasi ke Festival Film Cannes

_

Festival Film Cannes dinilai sebagai ajang penting untuk memperkenalkan film Indonesia, menarik investor serta mempromosikan destinasi wisata maupun sebagai lokasi syuting kepada pihak asing.

Tidak berlebihan jika banyak orang Indonesia yang hadir di festival film internasional terkenal di Perancis itu. Dalam daftar yang diterima oleh balaikita sebanyak 29 orang terdaftar dalam rombongan Indonesia ke Cannes, dipimpin oleh Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Endah Wahyu Sulistianti.

Dari seluruh anggota rombongan, tidak hanya terdapat insan film, beberapa di antaranya karyawan Bekraf dan perwakilan dari beberapa daerah, yakni dari Kabupaten Siak, Kota Bandung, Kota Yogya, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Banyuwangi.

Endah Wahyu Sulistiyani yang dihubungi balaikita tengah berada di arena festival Cannes menegaskan, tidak semua dari 29 nama dalam daftar yang diterima balaikita termasuk dalam anggota delegasi yang dipimpinnya.

“Jadi dari 29 nama yang ada daftar itu kan hanya untuk kepentingan administrasi saja, tidak satu rombongan. Àntara lain untuk kepentingan mengurus visa oleh kedutaan. Tujuh belas dari nama yang terdapat dalam daftar itu orang film,” kata Endah, Kamis (18/5/2017) sore.

Mengenai banyaknya rombongan yang berangkat, menurut Endah karena banyaknya pekerjaan yang harus ditangani di Cannes. Indonesia membuat 1 paviliun yang di dalamnya terdapat 7 booth.

Ketujuh booth itu masing-masing untuk investasi; produksi film Indonesia; location service untuk syuting di Indonesia; booth asosiasi produser Aprofi, APFI dan PPFI, dan booth khusus film Marlina Pembunuh Dalam Empat Babak.

Seperti diberitakan sebelumnya, film Indonesis Marlina Pembunuh Dalam Empat Babak karya sutradara Mouly Surya, masuk dalam ajang Director Fortnight di Cannes Film Festival. Film dengan setting tanah Sumba itu mengisahkan tentang seorang janda yang membunuh beberapa orang perampok, menggunakan racun tikus.

Mengenai masuknya perwakilan beberapa daerah dalam rombongan ke Cannes, menurut Endah bertujuan untuk “menjual” lokasi syuting kepada para pembuat film asing, karena selama ini tidak ada pihak asing yang mau masuk ke Indonesia.

“Negara-negara kecil saja seperti Vietnam, jualan lokasi syuting. Selama ini tidak ada yang mau masuk ke Indonesia karena kita tidak memberika insentif. Karena sekarang sudah ada undang-unfang otonomi daerah, maka daerah yang akan memberikan insentif langsung,” katanya.

Daerah yang mengirimkan perwakilannya untuk berangkat ke Cannes, menurut Endah, berasal dari daerah yang sudah siap dengan reformasi birokrasi dan bekerjasama dengan komunitas perfilman di daerah masing-masing.

Mengenai biaya keberangkatan ke Cannes, Endah membantah Bekraf membiayai seluruh 29 anggota rombongan.

“Cuma delapan orang yang dibiayai, termasuk dari daerah,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan yang diterima balaikita dari 29 nama yang berangkat ke Festival Film Cannes ke-70 itu di antaranya 7 dari Bekraf, 11 mewakili daerah termasuk Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Share This: