Bekraf Membentuk ICINC untuk Mengembangkan Ekosistem Film Indonesia

_

Salah satu fektor yang di ampu Bekraf yaitu film mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan PDB negara, tenaga kerja, dan nilai ekspor dengan perluasan pasar film di lingkup Internasional.

Untuk mengembangkan ekosistem film di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membentuk Indonesian Creative Incorporated (ICINC) for film dalam rangka mensinergikan dan kolaborasi dalam menyusun kebijakan dan akses matching fund, box office dan capacity building terkait rantai nilai kreasi melalui lab film, investasi dengan project market dan komersialisasi melalui film market serta festival film.

Pada ekosistem ini tidak membatasi hanya di kalangan akademisi, pemerintah, dan bisnis, tapi meluas dan melibatkan komunitas kreatif dan masyarakat konsumen karya kreatif, serta media.

“Tujuan terbentuknya ICINC for film adalah agar lebih fokus pada pengembangan film dan program bersama dengan para skateholder untuk mengembangkan sektor perfilman Indonesia,” Ungkap Ricky Joseph Pesik selaku Wakil Kepala Bekraf saat konferensi pers di Kementrian BUMN, Rabu (8/1).

Dalam hal ini, Bekraf menjalin kerja sama dengan Torino Film (TFL) melalui program feature lab yang akan menempatkan dua tim pembuatan karya film untuk mengikuti residential workshop. Mereka mendapatkan berbagai pelatihan dan pendidikan baik berupa konsultasi berbagai macam aspek pembuatan dan pengembangan film hingga mengikuti “Torino Film Lab program Feature Lab-360”.

“Ada 10 destinasi wisata yang sedang dikembangkan dan dikaitkan menjadi lokasi syutting, dengan keringanan perpajakan juga,” Ujar Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf.

Tahun ini, ada 5-6 kabupaten yang sedang dalam proses di Bekraf, dengan impact yang lebih besar, salah satunya Banyuwangi.

“Dengan adanya kerjasama ini, targetnya adalah ada 2 film setiap tahun. Salah satunya sedang diupayakan. Dan diharapkan kerjasama ini menjadi awal dari bangkitnya industri perfilman di Indonesia agar mampu di pasar Internasional,” Tambah Ricky.

Share This: