Belum Terlihat Adanya Re-Generasi Usaha Kujang

_

Selama proses pembuatan kujang wahyu merasakan tidak adanya kendala sampai saat ini, bila dilihat dari pembuatan, bahan baku ataupun prosesnya. Akan tetapi, jika dilihat dari SDM masih banyak dibutuhkan tenaga tambahan. “Setiap tenaga kerja dididik terlebih dahulu selama 3 bulan, untuk bisa menghasilkan kerajinan yang bagus”. Ungkap wahyu. Para pekerja mengerjakan kerajinan kujang di bengkel depan outlet pak wahyu, tapi ada juga pekerja yang mengerjakan dirumah misalnya dengan sistem borong.

“Sampai saat ini saya belum melihat, terutama anak-anak saya belum yang berfikir untuk meneruskan usaha ini”. Ujar Wahyu. Ia menyayangkan bahwa sampai saat ini belum ada satupun dari keluarga yang akan mengambil alih usahanya ini,”membuat kujang sih udah pada bisa, tapi mereka harus mengeti juga bahwa kujang itu mempunyai makna” tambah wahyu.

Pesan untuk UKM Tradisional
1. Untuk UKM tradisional, harus ulet. Harus istiqomah dalam menjalankan usaha
2. Terus menerus menyampaikan informasi, harus pandai menjemput bola, bahwa kami –punuya ini, kita punya sesuatu yang bisa dijual, perkenalkan dulu yang kita jual, harus bersungguh-sunguh. Setidaknya meniru saudara-saudara dari tionghoa yang konsisten dalam mendirikan usaha
3. Jaga Image, jangan mencla-mencle
4. mempunyai nilai/ value dari usaha yang kita jalankan dan bisa menerima evaluasi dari pembeli.

Harapan
1. Visi saya kujang harus tetap jadi milik bangsa
2. Mengenalkan kujang
3. Menginkan usaha ini terus berlanjut, jangan sampai putus.

Share This: