Bendahara Proyek e-KTP Disuruh Bakar Catatan Keuangan

_

Upaya untuk menghilangkan barang bukti, sudah dilakukan oleh pejabat di lingkungan Kemendagri yang menilep uang proyek e-KTP.  Caranya adalah dengan membakar catatan penting terkait proyek e-KTP

Junaedi, Bendahara Panitia Penerima dan Pemeriksa Hasil Pengadaan Proyek periode 2011-2013, atau proyek pengadaan e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)mengaku menerima perintah agar  dirinya untuk menghancurkan catatan uang terkait proyek e-KTP.

“Waktu itu disuruh pak Giarto untuk menghancurkan catatan keuangan. Ada yang  saya buang ada juga yang saya bakar,” ungkap Junaedi saat ditanya JPU KPK, Abdul Basyir di PN Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Junaedi menjelaskan, penerimaan dan pengeluaran itu merupakan catatan keuangan di luar uang yang berasal dari pagu anggaran resmi untuk proyek e-KTP.

Ia mengungkapkan,  pemusnahaan catatan tersebut merupakan suatu tindakan dilakukan di saat akan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di kantor Dukcapil Kemendagri di Kawasan Kalibata Jakarta Selatan.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan, dalam penggeledahan yang dilakukan KPK pada hari Jumat kala itu penyidik KPK, Novel Baswedan meminta keterangan dirinya terkait dengan keberadaan catatan tersebut.

“Pada saat diperiksa sebelum Jumatan, ditanya Novel Baswedan soal uang, dan saya bilang catatan tidak ada, Tetapi mereka teteap mencari di ruangan saya, tapi tidak ada karena kan sudah saya bakar,” jelasnya.

Share This: