Mabes Polri Jelaskan Kronologis Bom Bunuh Diri di Kp. Melayu

_

Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di kawasan Terminal Bus Kampung Melayu Rabu malam (25/5), menurut  pernyataan saksi yang berasal dari pihak Kepolisian, Bripda Febriayanto Sinaga menjelaskan Kronologis ledakan terjadi dua kali yakni di Toilet terminal dan di samping Halte Busway Kampung Melayu.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh pihak Divisi Humas Mabes Polri Kamis Siang ini, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto bahwa sekitar pukul 21.00 saksi yang bersangkutan atas na Bripda Febriyanto Sinaga tengah melaKukan dinas pengamanan pawai obor jelang Ramadhan di kawasan terminal Kampung Melayu.

Bripda Febri saat itu tengah makan pecel lele di dekat TKP 50 meter dari TKP, saat itu yang bersangkutan mendengar ledakan pertama dan langsung menuju ke TKP. Saat itu Febri mencium bau menyengat dan adanya kepulan asap tebal berwarna putih. Di TKP itu pula saksi melihat ada 4 korban tergeletak yakni Bripda Yogi, Bripda Taufan dan 2 anggota lainnya namun saksi tidak sempat melihat wajahnya.

“Saksi kemudian berusaha mengevakuais korban dengan menyetop angkot, namun saat saksi mencoba melakukan evakuasi pada sekita pukul 21.00 terjadi ledakan kedua yang jaraknya sekitar 10 Meter dari TKP pertama,” beber Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kamis (25/5/2017) pagi.

Akibat ledakan kedua itu, saksi Febriyanto Sinaga merasakan sakit di bagian telinga karena adanya tekanan udara dari ledakan tersebut. Saksi panik dan menyelamatkan diri dengan cara menjauh dari TKP dan minta tolong ke pengendara motor untuk diantar ke Polres Jakarta Timur untuk melapor.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ditemukan barang bukti antara lain potongan tubuh, lempengan aluminumn, serpihan ransel, kain, material bom, kabel switch, cassing hp, KTP, foto kopi KTP, struk beli panci di minimarket di Padalarang.

Akibat kejadian tersebut 3 orang polisi meninggal dunia dan 6 orang luka-luka. 3 polisi tersebut yang gugur yakni: Bripda Topan, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Imam Gilang Adinata. Ketiganya berasal dari unit 1 pleton 4 Direktorat Shabara Polda Metro Jaya.

Jenazah Bripda Topan telah dimakamkan, sedangkan jenazah Bripda Ridho Setiawan saat ini tengah berada di perjalanan ke bandara untuk dimakamkan di Lampung, sementara Jenazah Imam Gilang tengah dalam perjalanan menuju Klaten untuk dimakamkan di sana.

Adapun korban luka di pihak kepolisian adalah  Bripka Ferry, Brida Yogi, Bripda M. Puji, Bripda M. Al Agung, Bripda Syukron, dan Bripda Pandu Dwi.  Sedangkan korban luka dari masyarakat sipil antara lain Agung seorang sopir Kopaja, Damai yang juga sopir angkutan, Karyawati BUMN atas nama Tatiek dan dua mahasiswi yakni Susi A Fitruani dan Jihan.

Para korban dibawa ke beberapa rumah sakit seperti di RS. Premier Jatinegara, RS. Budi Asih, RS. Hermina, RS. Polri. RS Primer Jatinegara ada 5 korban ; alm Bripda Topan dan dipindahkan ke RS Polri, Bripda Feri, Bripda Yogi, saudara Agung, dan saudari Jihan. Kemudian yang dibawa ke RS Bhayangkara Polri ada satu korban, yaitu Bripda Muhammad Fauzi Saputra yang mengalami traumatik.

Untuk korban yang dirawat di RS Budi Asih ada 3 korban yaitu :

  1. Bripda Muhammad Al Agung Pangestu (luka robek pada bibir atas bawah, luka robek di kepala sebelah kiri, luka robek pada leher bagian belakang, luka robek di punggung sebelah kiri)
  2. Susi Afitriyani, luka pada tangan kanan belakang sobek.
  3. Tasdik, ini karyawan Bank Mandiri, luka pada rusuk sebelah kanan, luka robek pada lengan kanan belakang.

 

Di RS Hermina ada 3 korban luka ringan, yaitu :

  1. Bripda M. Syukron Nugroho luka di bahu,
  2. Bripda Pandu Dwi Laksono luka di kaki kanan,
  3. Saudara Damai Sihaloho (supir mikrolet yan akan bantu polisi) luka ringan pada muka.

 

Pihak kepolisian pun menaikan pangkat luar biasa kepada korban dengan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi ke seluruh korban yang gugur dalam jalankan tugas negara.

“Atas nama pimpinan Polri mengucapkan turut berudka cita atas gugurnya putra terbaik polri dalam laksanakan tugas negara dna prihatin atas kejadian. Kita doakan yang dirawat semoga sembuh dan kembali seperti sedia kalan,” jelasnya.

 

Share This: