Bogor Magician Community Ajarkan Sulap dan “Public Speaking”

_

Perkembangan sulap di Indonesia mengalami banyak kemajuan belakangan ini. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya bermunculnya para pesulap, maupun komunitas-komunitas yang menyukai dunia sulap. Salah satunya adalah Bogor Magician Community (BMC).

Bogor Magician Community lahir pada tanggal 25 Juli 2009 di Kota Bogor. Para pencetus adalah Iyus Rahman, Dengga, Herman Andri dan Haikal.  Pada awalnya mereka hanya ingin bisa mewadahi para pesulap di Kota Bogor sebagai penyalur hobi sulap, tetapi lama kelamaan terus berkembang hingga menjadi komunitas yang cukup besar.

Komunitas BMC mengajarkan beberapa aliran sulap kepada anggotanya. Yakni trik sulap mentalis, ilusionis dan hipnotis. Bukan hanya belajar tentang trik-trik sulap, para anggota komunitas juga diajarkan bagaimana untuk public speaking yang baik, dan mencari angle ketika tampil.

“Gue dulu gak tahu apa-apa, cuman belajar tiga tali panjang, sedeng, pendek, terus harus jadi sama semua. Dari situ  sampe sekarang jadi suka sulap,” ungkap Muhamad Arifin, Humas Bogor Magician Community, ketika ditemui, Senin (21/2).

Berusia sudah sekitar 8 tahun BMC memiliki struktur kepengurusan dengan Keanggotaan aktif sekitar 15 orang, dan 32 orang anggota pasif komunitas ini telah berkembang.

“Keanggotaan BMC variatif sih. Mulai dari SMP,   hingga kalangan masyarakat. Kita terbuka. Buat yang ingin belajar pun ada, yang penting mereka senang sulap.” tambah Arifin.

Aturan dalam komunitas ini, setiap  anggota baru yang ingin bergabung, wajib kumpul dulu selama 3 bulan dan diwajibkan punya baju BMC.

Komunitas BMC biasa berkumpul Kumpul setiap dua minggu sekali di Taman Ekspresi atau biasa bergiliran 1 minggu di cafe.

“Semua orang awam boleh masuk, diajarkan dari awal tergantung dari orangnya, ada yang diajarin sekali langsung bisa ada yang berkali-kali baru bisa,” kata Arifin.

Menurut Arifin bila ingin belajar sulap, yang pertama harus senang terlebih dulu dengan sulap. Dari situ bisa cari tahu yang lainya, sampai bisa.

“Kalo di komunitas ini belajar bareng-bareng sampe bisa,” kata Arifin.

Beberapa event juga telah diikuti oleh BMC.  Antara lain Festival di Taman Mekarsari dan Cibinong City Mall.

“Biasanya buat menghibur.  Waktu itu kita perform stick magic sama stage,” ungkapnya.

Program dari BMC selain berkumpul, dalam setahun sekali ada juga anniversary serta kegiatan sosial di panti asuhan. Biasanya bagi-bagi takjil di bulan Ramadhan. BMC juga pernah kedatangan Oge Arthemus yang menjadi pemenang pada Kompetisi The Master.

 

Share This: