Buku Tentang Chrisye Dalam Sudut Pandang Wartawan.

Pendiri Komunitas Kangen Chrisye (K2C) Ferry Mursyidan Baldan (kacamata tengah) bersama Yanti, isteri almarhum Chrisye, menyerahkan buku kepada perwakilan wartawan yang menulis dalam buku, di Jakarta, Senin (17/9/2018) malam. - Foto: HW
_

Komunitas Kangen Chrisye (K2K) kembali meluncurkan sebuah buku tentang Chrisye, penyanyi pop legendaris Indonesia yang telah tiada. Peluncuran buku berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Blok M Jakarta Selatan. dihadiri oleh Pendiri sekaligus Ketua Umum K2C Ferry Murayidan Baldan dan isteri almarhum Chrisye, Yanti.

“Acara ini merupakan bagian dari ketidakrelaan kami penggemar Chrisye, kalau hari ulang tahun Chrisye lewat begitu saja,” kata Ferry.

Menurut Ferry, K2C setidaknya telah meluncurkan tiga buah buku tentang Chrisye, masing-masing berjudul Kesan: Chrisye di Mata Media dan Penggemar diterbitkan 5 tahun setelah Chrisye meninggal dunia, kemudian berjudul 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi — Ekspresi Kangen Penggemar yang terbit pada tahun 2017 dan buku terbaru berjudul 11 Tahun Kangen Chrisye yang diluncurkan Senin malam.

Perbedaan buku pertama dan kedua dengan yang terakhir ini adalah tentang isinya. Buku terakhir ini merupakan kompilasi dari 29 wartawan hiburan yang menulis tentang Chrisye dalam sudut pandangnya masing-masing. Tulisan ini pernah diperlombakan dan diumumkan pemenangnya pada 30 Maret 2018 lalu.

“Tidak banyak buku yang sibuat oleh orang lain. Yg ada dibuat oleh dirinya sendiri. Ini menurut saya agak narsis. Dan sekarang kita ingin membukukan tulisan wartawan,” tambah Ferry.

Isteri almarhum Chrisye, Damayanti Noor (Yanti) sangat mengapresiasi pembuatan buku ini. Dia berterima kasih masih ada orang yang terus mengingat suaminya, dan berbuat sesuatu untuk mengenangnya.

“Bang ferry itu setiap 30 maret dan 16 september selalu membuat kegiatan untuk mengenang Chrisye. Sepupu saya, sekarang atase pendidikan di Jepang, selalu bercerita bahwa Bang Ferry selalu membuat kegiatan pada hari lahir atau meninggalnya Chrisye. Terutama bila dia ke Bandung,” kata Yanti.

Pernyataan Yanti dibenarkan oleh Ferry Mursyidan Baldan. Menurut politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional itu, banyak tempat di Bandung yang menjadi saksi kiprahnya untuk mengenang Chrisye.

‘Kalau saya ke stasiun Bandung, ke Sate Hasyim atau ke Bubur Mang Oyot di Bandung, pasti pengamennya langsung menyanyikan lagu-lagu Chrisye bila saya datang. Kita juga pernah membuat acara Chrisye’s Night di sebuah kafe di Bandung untuk memperingati kelahiran Chrisye,” ungkap Ferry.

Kecintaan Ferry terhadap Chrisye memang luar biasa, sehingga setiap tanggal 30 maret ia selalu membuat acara untuk mengenang Chrisye. Menurutnya itu adalah upaya untuk terus menerus membangkitkan ingatan masyarakat terhadap Chrisye. Tahun ini ia juga embuat kartu e toll bergambar Chrisye.

“Pokoknya untuk Chrisye apapun akan kita lakukan,” kata Ferry yang juga tengah menyiapkan pembuatan Chrisye’s Corner, semacam musium untuk menyimpan memorabilia Chrisye.

Menurut pengamat musik Bens Leo, memorabilia Chrisye saat ini bisa dilihat di Musium Musik di Kota Malang, Jawa Timur.

Chrismansyah Rahadi / Chrisye (lahir dengan nama Christian Rahadi di Jakarta, 16 September 1949 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun). Chrisye merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia.

Share This: