“Bunga untuk Mira”, sebuah Pertunjukan Pop-Musikal Dari Mhyajo

Mhyajo (Foto: HW)
_

Selepas kesuksesan atas pagelaran kultural bertajuk Colors of Indonesia di Garuda Wisnu Kencana, Bali beberapa waktu lalu, Mia J ohannes yang biasa dikenal dikalangan pekerja seni sebagai Mhyajo, tak lantas menghentikan geliat kreatiitasnya.

Ufa, Mya dan Mondo (Foto: hw)

Ia langsung mengalihkan konsentrasi, mencurahkan segenap kemampuannya dalam produksi pementasannya yang berikut.

Saat ini dia tengah mempersiapkan sebuah pagelaran kolosal yang melibatkan 1.586 pekerja seni, di mana ia akan memegang peran penting sebagai penulis dan sutradara.

Adalah Bunga Untuk Mira  yang merupakan karya kedua Mhyajo di tahun 2018, pagelaran berjenis pop musikal ini ditulis lepas Mhyajo balik dari New York, USA – pertengahan 2017 lalu.

“Cerita untuk pementasan ini diadaptasi dari cerita Bawang merah dan Bawang Putih. Karena adaptasi bebas ya karakter tokohnya juga dibuat bebas-bebas aja,” ungkap Mhyajo dalam konperensi pers yang berlangsung di sebuah kafe di Grand Indonesia Jakarta, Senin (26/11/2018).

Para pemain Bunga Untuk Mira (Foto: hw)

Bagi Mhyajo, pamentasan yang akan dikemas dalam bentuk drama, tari dan pop musikal ini merupakan sebuah kerja besar yang perlu melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya.

Maka diajak bergabunglah Mondo Gascaro, yang akan menangani musik. Mondo nanti akan bekerjasama dengan Indra Prakarsa, yang membesut orkestrasinya. Mondo sekaligus menyodorkan beberapa komposisinya.

Mondo, sebelum ini meraih prestasi cemerlang. Dimana albumnya yang terakhir, dalam versi piringan hitam, langsung terjual hanya hanya dalam waktu 90 menit saja, di Jepang!

Sebelum ini, Mondo juga berpengalaman dalam produksi musikal seperti antara lain, Onrop. Belum lagi, juga menjadi penata musik di berbagai film layar lebar, antara lain Janji Joni dan Quickie Express.

Rekrutan lainnya adalah Ufa Sofura, untuk penata gerak dan tari.

Meskipun Ufa Sofura tidak mempunyai inter disiplin dibidang tari, namun dengan sejuta pengalaman yang dimiliki  sebagai koreografer (penata tari), ia dipercaya akan menjadikan warna dan tantangan tersendiri.

Ufa, belum lama ini berkesempatan menjajal pula pentas di Broadway, New York. Dimana antara lain, mengecap pengalaman berharga, mengecap pengalaman memperoleh pengarahan langsung dari direktur musik kenamaan, Seth Weinstein.

“Ini proyek ketiga dengan Mia. Kita bicara bareng membahas konsepnya. Dia minta referensi orang-orang yang bisa diajak,  untuk penari, musik dan cast. Saya kasih semua referensi yang saya punya.  Missinya mbak Mia untuk membantu talent-talent baru untuk naik lagi,” ungkap Ufa.

Dari awal 2018 ini, Mhya bersama Mondo dan Ua sudah melakukan proses kreatif tahap awal. Lewat pelbagai diskusi dan workshop. Menjalani proses reading, kemudian melakukan audisi, dalam tiga sesi.

Lalu pembuatan musik dimulai dari bulan April 2018 dan masih berkembang sampai November 2018. Ufa sendiri telah menjalani proses penggemblengankepada salah satu pemain utama dari bulan Juli 2018 lalu.

Mhya menyiapkan musikal yang diharapkannya tidak seperti pertunjukkan musikal yang dikenal publik selama ini.

“Musik dengan genre jazz fantasi dan memasukan unsur teatrikal dengan plot twist yang tidak disangka- sangka di akhir babak akan membuat musikal ini berbeda”, kata Mhya mengenai karya terbarunya itu.

 

Naskah Bunga Untuk Mira sendiri bukan untuk pertunjukan Musikal, tapi untuk format baru bagi pertunjukan seni. Namun dikarenakan melihat peluang dan masukan dari banyak pihak termasuk dari Eksekutif Produser, Mhya lalu setuju merubah naskah ini menjadi naskah musikal.

Mhya tak menutup kemungkinan, satu saat nanti akan mendapat kesempatan untuk menampilkan karya ini dalam original version atau dapat ia adaptasikan dalam bentuk seni yang lain, sepertiinstalasi, monolog, reading, komik, pagelaran ilustrasi musik, dan lainnya.

Ia membuka kesempatan terjadinya interaksi seni, di antara seluruh pekerja seni yang dilibatkannya dalam karya pentasnya ini.

Hasil audisi dan lewat pengamatan beberapa waktu, akhirnya Mhya dengan didukung Ua dan Mondo telah memilih para casts utama Bunga untuk Mira. Antara lain adalah Shae, bintang cantik yang sukses dengan single, ‘Sayang’ nya. Dan ikut main dalam film, Basahhh (2008) dan 3600 Detik (2014).

Ada Daniel Adnan, pria berdarah Jawa-Ceko, yang mengawali karirnya sebagai bintang iklan. Terakhir Daniel terlibat dalam film karya Joko Anwar, mengenai tokoh superhero lokal, Gundala Putra Petir, yang baru selesai produksi. Ia juga ikut berperan dalam film Buffalo Boys. Selama ini, Daniel juga telah ikut mendukung berbagai pertunjukkan teater di tanah air.

Lalu ada Dea Panendra, yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Pendatang Baru Teravorit dalam IMAA Awards 2018. Ia dikenal luas lewat perannya dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Sebelum ini ia juga mendukung pementasan musikal Laskar Pelangi, Timun Mas dan lainnya.

Ikut terpilih, Johan Yanuar. Ia dikenal sebagai TV host (sportcaster) di MNC Sport. Pria mantan Juara 3 kontes L-Men di tahun 2010. Ia menjalani karir mulai di dunia modelling. Johan juga adalah bassis, dalam grup musiknya, d’Journey, yang telah merilis 1 mini album, beberapa waktu lalu.

Maya Hasan, yang awalnya lebih dikenal sebagai seorang pemain harpa nan jelita. Maya juga digamit Mhya ikut dalam Bunga untuk Mira ini. Seperti juga diketahui Maya, ikut berperan dalam film Koper, karya Richard Oh. Selain itu tampil dalam pelbagai pentas teater seperti Gallery of Kisses, 1001 Nights, sampai karya Slamet Rahardjo, Rumah Boneka.

Dalam Bunga untuk Mira, Mhyajo selain sebagai ide cerita, sutradara, penulis naskah, ia juga turun tangan langsung sebagai direktur artistik. Dimana ada dukungan Risdo Sinaga, sebagai direktur tehnis. Ada pula, pencata cahaya berpengalaman internasional, Iwan Hutapea, bekerjasama dengan penata visual, Alexander Triyono.

Beberapa kostum yang di konsepkan diproduksi olehKleting Titis Wiganti (pembawa brand KLE) dan jugaaksesoris yang dikenakan beberapa pemain adalahhasil karya Andi Yulianti (House of Jealouxy) dipastikan akan memperkuat karakter dari musikalBunga Untuk Mira.

BUNGA untuk MIRA, akan disajikan kepada publik pada 22 & 23 Desember 2018 mendatang, mengambil tempat di Teater Jakarta (Teater Besar) Taman Ismail Jakarta.

 

Share This: