Bupati Lebak: Sebagai Destinasi Wisata, Kawasan Baduy Harus Dijaga

_

Kawasan tempat tinggal Masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lebak. Eksotisme masyarakat yang masih hidup dengan budaya leluhur, lingkungan yang terjaga dan hasil kerajinan masyarakat berupa kain tenun, tas kulit dan lainnya, menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Foto: Dudut Suhendra Putra.

“Namun kelestarian budaya, lingkungan dan kebersihannya harus selalu dijaga. Jangan membuang sampah sembarangan, pertahankan budaya,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya ketika menerima kedatangan masyarakat Baduy di Pendopo Kabupaten Lebak, Sabtu (4/5/2019) malam.

Dalam kesempatan itu hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Mumus Muslim, MM, dan perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kapolres Lebak, Dandim Lebak dan undangan lainnya.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Setiap tahun masyarakat Baduy beramai-ramai turun dari permukiman mereka di kawasan pegunungan di Desa Kanekes, Leuwidamar untuk bertemu dengan pimpinan daerah, Bupati Lebak dan Gubernur Banten, atau disebut Seba Baduy.

Seba Baduy adalah bentuk silaturahmi masyarakat Baduy kepada pemerintah daerah. Masyarakat Baduy datang dengan membawa hasil bumi mereka untuk diserahkan kepada pemerintah daerah.

Tahun ini sebanyak 1.037 (sebelumnya disebut 1.035) anggota Masyarakat Baduy yang mengikuti Seba Baduy. Mereka datang ke Kantor Bupati Rangkasbitung pada hari Sabtu (4/5/2019). Warga Baduy Dalam berjalan kaki, sedangkan warga Baduy Luar naik mobil hingga Jembatan Keong sungai Ciujung, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Kedatangan mereka dipimpin oleh Kepala Desa Jaro Saija. 

Seba Baduy sendiri sudah dijadikan Kalender Kegiatan Pariwisata oleh Kementerian Pariwisata (Kemanpar). Menurut Bupati Iti Octavia, acara Seba Baduy tahun ini terselenggara atas kerjasama pemerintah dengan berbagai komunitas.

Ketika bertemu Bupati masyarakat Baduy meminta agar pemerintah menjadikan Desa Kanekes sebagai Desa Adat, memperbaiki kualitas beras dari Bulog yang selama ini buruk kualitasnya, serta pesan dari Pu’un (Kepala Adat Baduy Dalam) agar Pemilu di Baduy menggunakan sistem noken, agar tidak memecahbelah masyarakat. Bupati berjanji akan menyampaikan keinginan masyarakat Baduy kepada instansi terkait.

Setelah diterima oleh Bupati, masyarakat menginap semalam di Pendopo Kabupaten, dan pada Minggu (5/5/2019) pagi melanjutkan perjalanan ke Serang, untuk menemui Gubernur Banten.

 

Share This: