Buruh Masih Bertahan di Depan Gedung Kemenpar

_

Ribuan buruh yang berunjk rasa untuk memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day), sampai sore ini masih bertahan di Jalan Merdeka Barat, Jakara, tepatnya di depan Gedung Kementerian Pariwisata, di mana polisi memasang barikade kawat berduri yang dijaga oleh sepasukan polisi bersenjatakan rotan di bagian depan, polisi bersenjata gas air mata di belakangnya, dan kendaraan taktis dan water canon.

Sambil melakikan orasi, para buruh terus meminta agar jalan dibuka, dan mereka diijinkan ke depan Istana Merdeka untuk bertemu Presiden Jokowi. Namun pihak keamanan tidak membuka jalan, dan tetap bertahan pada posisinya.

Foto-foto: HW

Sekitar pukul 15.00 sejumlah buruh menarik-narik kawat berduri, tetapi dihalau oleh petugas. Ppada pukul 15.45 beberapa buruh memasang kembang api suar berwana merah, kuning dan biru, lalu diikuti dengan memasang mercon. Beberapa mercon diarahkan ke polisi yang tetap berusaha tenang. Komandan lapangan dari kepolisian meminta kepada anak buahnya agar tidak terprovokasi. Sampai nyala kembang api terakhir, tidak terjadi insiden.

Pada pukul 16,15 hujan mulai turun. Namun para buruh tetap bertahan pada posisinya. Begitu pula petugas kepolisian yang berjaga. Meaki pun hujan semakin deras, buruh tetap bertahan. Secara bergantian beberapa orang naik ke atas kendaraan yang dilengkapi loudspeaker berkekuatan besar.

Di tengah hujan, bola dunia yang dililit oleh boneka berwarna hijau mulai dibakar. Sampai tulisan ini diturunkan buruh masih bertahan. Dalam orasinya buruh mengecam pereintahan Jokowi – JK yang dinilai sebagai rezim yang berpihak kepada kapitalisme imperialis di bawah pimpinan Amerika. Mereka juga menuntut dicabutnya kebijakan outsourcing

Share This: