Cerita tentang Leak Kembali Diangkat ke Layar Lebar

Sutrdara "Leak - Kajang Kliwon" Bambang Drias dan pemain, Egi Fadli.
_

Leak, sosok penyihir jahat yang bisa muncul secara metafisik, kembali akan dibesut ke dalam sebuah film layar lebar, oleh rumah produksi Applecros dengan sutradara Bambang Drias, dengan judul Leak (Kajang Kliwon).

Egi Fadli (kiri) dan Mutia Datau (pemain film “Leak – Kajang Kliwon”)

Film ini akan memulai pengambilan gambar di Ubud Bali mulai awal Novemver 2018, dan akan menggunakan sebuah pura suci di Ubud sebagai lokasi syuting. Seluruh pemain yang terdiri dari Indah Kalalo, Amanda Manoppo, Christ Laurent. Muthia Datau, Egi Fadli dan lainnya akan diboyong ke Bali.

“Kami ingin memberikan gambaran yang lebih utuh tentang latar belakang cerita kepada penonton. Karena itu hampir seratus persen pengambilan gambar akan berlangsung di Bali. Kami bersyukur mendapat bantuan dari Raja Ubud untuk menggunakan sebuah pura di Ubud,” papar Bambang Drias dalam konperensi pers di Mezanin Foodcourt Hotel Sahis Jaya Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Kiri-kanan: Christ Laurent, Amanda Manoppp dan produser film “Leak – Kajang Kliwon”.

Menurut Bambang, karena cerita tentang Leak ini berkaitan dengan mistis yang sangat dipercaya di Bali, maka segala persiapan dilakukan, termasuk menjaga para pemain dan kru dari hal-hal yang tidak diinginkan selama syuting di Bali.

Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir.

Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

“Setelah saya pelajari, Leak bisa berujud macam-macam. Dia bisa berujud seperti cicak, seperti obat nyamuk dan lain sebagainya. Dari situ kemudian akan berubah menjadi ujud menyeramkan,” kata Bambang.

Cerita tentang Leak sendiri sudah beberapa kali difilmkan. Pertama kali cerita ini difilmkan tahun 1981 dengan disutradai oleh Tjut Djalil berdasarkan novel Leák Ngakak (1978) yang ditulis oleh Putra Made. Film ini diberijudul Leak’ (Mistic in Bali).

Tahun 2007 sutradara Achil Nasrun kembali membuat film berjudul Leak dibintangi antara lain oleh Aldiansyah Taher, Nadia Vega, Meriam Bellina, Ferry Irawan, Piet Pagau, dan Umar Syarif.

Bambang Drias sendiri cukup berpengalaman membuat film horor. Namun. dia merasa lenantang menggarap film Leak (Kajang Kllwon).

Film yang akan dibuatnya mengangkat sosok Rangda (Ratu para Leak dalam milologi Ball).

Film ini mengisahkan tentang Agni yang tengah mempersiapkan pernikahan dengan tunangannya, Niko. Di tengah usahanya mereka mengalami gangguan Rangda.

Rangda mnkhluk yang menakutkan dipercaya sering menculik dan memakan anak kecil dan memompin pasukan nenek sihir jahat melawan barong simbol kekuatan baik.

Agni yang seorang dokler tidak begitu saja percaya dengan gangguan yang mereka alami.

Namun gangguan itu berangsur memburuk, dan mengancam nyawa mereka. Mau tidak mau Agni dan kao harus membongkar rahasasia di balok gangguan yang mereka alami.

Film “Leak (Kajang Kllwon)” melibatkan ratusan warga Bali untuk beberapa scene tentang upacara ritual.

“Set lokasmya di tempat yang cukup sakral bagi masyarakat Ubud. Kami hams memindahkan satu penduduk desa ke desa lainnya atas ijin raja Bali,” kata Bambang Drias.

 

 

 

 

 

 

Share This: