Choel akan Menjalani Persidangan Awal, Senin Depan

_

Berkas penyidikan terhadap salah satu tersangka kasus Wisma Atlet Hambalang, Andi Zukarnaen Mallarangeng (Choel) dikirimkan ke Pengadilan Tipikor. Oleh karena itu mulai Senin (10/4), Choel mulai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Choel merupakan tersangka ke-6 yang diproses KPK dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkah hal itu kepada wartawan, Jum’at ( (7/4/2017) siang.

“Senin depan, 10 April 2017 direncakan akan dilakukan persidangan pertama untuk AZM dalam kasus Hambalang dengan agenda pembacaan Dakwaan,” ungkap Febri.

KPK, menurut Febri, memiliki concern untuk melihat kembali kasus-kasus lama yang belum tuntas. KPK berharap melalui persidangan besok, perjalanan kasus ini akan semakin dekat ke penuntasan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Selain itu, lanjutnya, KPK juga telah berkoordinasi dengan Tim Ahli dari ITB terkait dengan respon terhadap surat Kemenpora yang menanyakan kelanjutan pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) tersebut.

Ada beberpa kesimpulan nenurut Tim Ahli ITB. Pertama,
berdasarkan hasil pengecekan fisik lokasi P3SON Hambalang yang telah disampaikan dalam laporan ahli pada Agustus 2015, terdapat fakta bahwa: Lokasi P3SON Hambalang merupakan lokasi rawan longsor karena kontur dilokasi lahan merupakan jenis Swelling Clay (tanah lempung yang akan mengembang. Jika terkena air menjadi empuk, dan akan memadat apabila terkena panas sehingga berakibat sangat mudah longsor.

Kedua, proses perencanaan tidak dilakukan  dengan matang dan,sehingga terdapat kesalahan konsep ditahap awal. Diantaranya: tidak dilakukan penataan air tanah dan air permukaan pada lokasi P3SON; yang merupakan hal yang sangat penting dilakukan karna kontur berjenis Swelling Clay;

Apabila pembangunan P3SON Hambalang akan dilanjutkan, harus dilakukan “Kajian Resiko” secara menyeluruh oleh institusi independen untuk, masing-masing bangunan yang telah ada akses jalan menuju lokasi, agar diperoleh kesimpulan layak atau tidaknya bangunan dan lokasi tersebut dilanjutkan pembangunannya.

Apabila tidak dilakukan “Kajian Resiko” tersebut, maka lokasi P3SON tidak layak dilanjutkan.

Choel ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga memanfaatkan jabatan kakaknya Andi Alfian Malarangeng sebagai Menpora saat itu, untuk meraup keuntungan dari proyek Hambalang. Choel diduga mengantongi keuntungan sekitar Rp 4 miliar dari proyek itu. Hal tersebut terungkap dalam putusan majelis hakim untuk kakaknya, Andi Malarangeng.

Share This: