Choel Akui Terima Uang dari Kasus Hambalang

_

Terdakwa  kasus korupsi pembangunan, pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel, akhirnya mengakui telah menerima uang dari tersebut.

Choel tidak membantah  dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut  KPK, yang memaparkan  Choel telah melakukan perbuatan memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi, dan telah menerima uang sebesar Rp 4 Miliar dan USD 550 Ribu.

 

“Saya mengerti sepenuhnya apa yang didakwaan dan dibacakan untuk saya. Jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka saya sudah mengakui menerima uang Rp2 Miliar  dan 500 ribu dolar.  Sebelum diminta sudah saya dikembalikan sejak 2013,” kata Choel di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).

Dirinya mengutarakan,  uang yang diterima tersebut bukanlah berasal dari keuangan negara. Dirinya juga mengungkapkan, bahwa dia sudah berulang kali –dalam enam kali kesaksiannya —  bahwa penerimaan uang itu karena khilaf, dan dirinya pun merasa bersalah.

“Maka dari itu, saya meminta maaf dan siap menanggung konsekwensi kehilafan. Maka sejak awal sudah saya katakan apa yang diketahui dan saya sudah mengembalikan uang itu kepada KPK dan sudah kooperatif sejak 5,5 tahun lalu,” paparnya.

Choel menambahakan, kakaknya yang ketika itu menjabat sebagai Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Mallarangeng tidak pernah mengetahui penerimaan uang tersebut.

“Dia sama sekali tidak mengerti tapi sudah membayar mahal kesalahan ini, walaupun semalam sebelum beliau ditetapkan tersangka saya minta maaf dan mencium tangannya. Hukuman 4 tahun yang diterima lebih berat dan saya pun sudah dihukum selama itu dan saya tidak akan mengajukan eksepsi. Saya akan kooperatif dalam persidangan ini mengenai apa yang saya ketahui,” bebernya.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan (17/4),  dan akan dilanjutkan dalam pemeriksaan saksi-saksi . Jaksa  KPK  akan memanggil 37 saksi unutk  kasus ini.

“Untuk minggu depan 4-5 saksi,” ungkap JPU.

 

Share This: