Choel Mallarangeng: Akhirnya saya ditahan

_

 

Choel Mallarangeng memberikan keterangan kepada awak media di depan Gedung KPK Jakarta

JAKARTA, BALAIKITA.COM- Zulfikar “Choel” Mallarangeng bersyukur diriya ditahan. Pasca ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Korupsi Pembangunan atau Pengadaan atau Peningkatan Sarana Prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional di┬áHambalang pada 15 Desember 2015, Akhirnya ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hari ini telah diputuskan untuk memulai masa penahanan. Masa yang sudah saya tunggu sekian lama 5 tahun terkatung-katung, dicekal sudah 4×6 bulan barangkali,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Dirinya mengungkapkan bahwa setelah dirinya menyandang status tersangka pada 15 Januari 2016, dirinya sudah meminta untuk segera ditahan.
“Aetahun ini sudah menjadi tersangka, saya sudah lama menunggu sejak Januari tahun lalu. Saya minta ditahan agar argo jalan, agar saya dapat segera mendapat kesempatan untuk mendapatkan keadilan dan saat ini proses sudah dimulai,” bebernya.
Dirinya mengungkapkan bahwa dirinya dan tim pengacaranya akan akan tetap mencari keadilab atas kasus yang menjerat dirinya dan kakaknya Andi Mallarangeng.
“Tentu saya dan tim pengacara akan mencari keadilan yang sebenar-benarnya buat saya dan keluarganya,” tegasnya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Choel Mallarangeng sebagai tersangka pada 16 Desember 2015 karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait pembangunan atau pengadaan atau peningkatan sarana prasarana pusat pendidikan dan sekolah olahraga di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.

Dalam dakwaan Andi Mallarangeng, Choel disebut sebagai perantara pemberian uang 550 ribu dollar Amerika Serikat kepada Andi dari mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora, Deddy Kusdinar.

Uang itu dalam dakwaan disebut diberikan secara bertahap yaitu 2 miliar rupiah diterima oleh Choel Mallarangeng di kantornya dari PT Global Daya Manunggal, 1,5 miliar rupiah diterima oleh Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal melalui mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan 500 juta rupiah diterima Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal melalui Mohammad Fakhruddin.

PT Global Daya Manunggal adalah salah satu perusahaan subkontraktor yang mengerjakan proyek Hambalang sedangkan M Fakhruddin adalah staf khusus Andi Mallarangeng.

Share This: