“Cinta Mati – The Terror of Power”, Meracik Thriller dan Horor

_

Tren pembuatan film horor di Indonesia masih terus berlanjut. Film-film yang baru lahir maupun masih dalam kandungan, mayoritas mengusung genre horor. Pasar yang masih menjanjikan membuat pemilik modal ramai-ramai membuat berbagai ramuan horor untuk dijual.

PT. Gitrust Citra Mandiri & Red, sebuah rumah produksi yang menjadi pemain baru dalam dunia film juga tengah mencoba mencari peruntungan di genre ini. PH tersebut kemudian menggandeng Charlten F Tratoman, alumnis Istitut Kesenian Jakarta (IKJ) yang selama ini bergerak dalam pembuatan iklan, untuk membuat film berjudul “Cinta Mati – The Terror of Love:.

“Sebenarnya kami bukan ikut-ikutan, ini cerita lama yang sudah dibuat oleh Bung Charlten, dan baru sempat kami angkat ke layar lebar,” kata produser, Gita Tya dalam softlaunching filmnya di sebuah kafe di Epicentrum Kuningan Jakarta, Rabu (8/8/2018) siang.

” Cinta Mati – The Terror of Love” berkisah tentang dua anak bernama Anissa dan Dimas yang tinggal bersama kedua orangtua mereka, Roy dan Suti. Belakangan Roy mengetahui praktek gelap yang dilakukan oleh ibu tiri dari anak-anaknya, sehingga ia mengusir kedua orangtuanya.

Setelah dewasa Anissa tumbuh menjadi anak yang cantik. Dia lalu berkenalan dengan Bram dan saling jatuh cinta. Rupanya Bram memiliki kepribadian ganda; baik di satu sisi dan jahat di sisi lain. Rupanya Bram memiliki dendam di masa kecil. Sementata sejak berpacaran dengan Bram, Anissa selalu menemui hanti perempuan yang mengejarnya.

Belakangan Anissa tahu bahwa perilaku buruk Bram adalah akibat didikan orangtuanya. Rentetan pembunuhan yang terjadi juga karena ulah Bram. Anissa juga terancam. Dia berjuang keras untuk menyelamatkan diri.

“Sebetulnya film ini tidak murni horor ya, ada suspense, thriller. Saya tidak membuat film tentang hantu yang muncul tiba-tiba, lalu mengagetkan penonton dengan musiknya,” kata sutradara Charlton Tatroman.

Menurutnya, kehadiran hantu di sini justru sering diiringi dengan musik yang lembut, lirih, untuk menggiring emosi penonton.

Film ini dibintangi oleh Imey Liem dan aktor Malaysia Rayzan Noor serta beberapa nama yang terbilang baru dalam film Indonesia. Namun Charlton tak khawatir dengan nama mereka, karena film “Pengabdi Setan” yang sukses saja banyak diisi oleh nama-nama yang kurang terkenal, kecuali Tarra Basro.

Imey Liem pernah membintangi beberapa film dan saat ini menyibukkan diri sebagai pelatih pilates. “Saya mau terlibat dalam film ini karena ceritanya menarik, sulit ditenak,” kata Imey Liem.

Sedangkan aktor Malaysia Rayzan Noor, selama ini beprofesi sebagai model. Ia pernah main dalam beberapa sinetron. Sedangkan “Cinta Mati” adalah film pertama yang dibintanginya.

“Saya sengaja memilih karier film di Indonesia, karena industri film di Indonesia sangat bagus. Ini kesempatan pertama buat saya, dan saya akan menunjukkan bahwa saya mampu,” ujar Rayzan.

Film “Cinta Mati – The Terror of Love” rencananya akan beredar di Indonesia pada Desember 2018 mendatang. Syutingnya masih tersisa 50 persen, dan akan dilakukan di Pulau Bali.

 

 

 

 

Share This: