Dampak Pertambangan dan 60 tahun Minamata di Indonesia

_
  • bersama beberapa Narasumber dari Kementrian Kesehatan, KLHK, Komnas HAM, , WHO dan beberapa korban Minamata yang berasal dari Jepang dan Indonesia (Rabu, 7 Desember 2016), di Hotel Ibiis Thamirin Jakarta. Balifokus sebagai organisasi kemanusiaan yang aktif dalam hal  memperjuangkan dan membantu para korban yang berdampak dari area pertambangan mengadakan seminar ini dalam rangka 60tahun penyakit Minamata.
  • Kondisi itulah yang menggerakan Balifokus bersama Minamata Diseases Victims Mutual Aid Society berdiskusi bersama untuk mencegah dan mengatasi pencemaran Merkuri dan pencegahan penyakit Minamata “Harus ada pengaturan lebih ketat dan kontrol dalam penambangan dan larang dagang merkuri dan ekskpor merkuri” Ungkap Yuyun senior Bali foundation.
  • Kondisi Minamata terparah terjadi di Jepang. Hal itu diungkapkan Yoichi Tani “Minamata adalah penyakit serius, para korban harus bisa dilindungi dengan memberikan sertifikasi dan konpensasi kesehatan” Ungkapnya sebagai Secretary General of Minamata Disease Victim “Mutual and Society”
  • Pencemaran merkuri yang sangat berbahaya di sekitar area pertambangan menjadi target yang harus bisa diselesaikan oleh pemerintah juga masyarakat yang terkena dampaknya. Selain pencemaran lingkungan. Penyakit minamata yang termasuk langka dan mungkin beberapa medis pun tidak mengetahui. Penyakit ini pada umumnya dapat terjadi kepada para penderita yang hidup di sekitar area pertambangan. Gejala yang terjadi seperti, mati rasa terhadap tangan, sering kesemutan, terganggunya beberapa indera manusia seperti pendengaran, penglihatan dan juga kelumpuhan, serta yang paling fatal adalah kematian.
  • Dalam hal ini, Indonesia masih mengganggap pertambangan sebagai suatu usaha yg positif dalam memajukan perkenomian negeri ini, padahal kenyataanya kegiatan pertambangan memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan dan lingkungan. Banyak pertambangan nasional yg dibangun tanpa melihat dampaknya. Dalam hal ini, Pemerintah perlu untuk melakukan peningkatan terhadap pengawasan dari setiap kegiatan pertambangan yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan bagi para penduduk yang mendiami sekitar kawasan penambang.

Share This: