Dapat Bagian Kecil Marzuki Ali Sempat Marah

_

Terdakwa 1 Kasus dugaan Korupsi Pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), Irman mengungkapkan, mantan Ketua DPR periode 2009-2014 Marzuki Ali marah-marah ke tersangka Kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong,  karena memperoleh pembagian uang yang kecil.

“Ya saya dapat info dari Sugiarto dan Andi. Marah mungkin merasa gak sesuai,” ungkap Irman di PN Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Menurut Irman, Andi pernah memberikan sebuah kertas yang berisi catatan rencana penyaluran uang sebesar total Rp.520 Miliar kepada sejumlah anggota DPR dan Fraksi di DPR untuk memuluskan proyek e-KTP.

Dalam kertas tersebut tertulis  jumlah uang yang akan disalurkan kepada beberapa orang atau fraksi di DPR. Dengan rincian Kode K (Kuning) untuk Golkar sebesar Rp 150 miliar, B (Biru) untuk Demokrat Rp 150 miliar, M (Merah) Rp 80 miliar, MA (Marzuki Ali) Rp 20 Miliar, AU (Anas Urbaningrum) Rp 20 Miliar, CH (Chairman Harahap) Rp 20 Miliar, dan LN untuk partai lain jumlahnya Rp 80 Miliar.

“Mungkin karena  jumlahnya tidak jadi sebesar itu. Dia (Marzuki Ali) marah-marah, kok baginya kecil,” tukasnya.

Dalam surat dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto tertulis, Marzuki Ali menerima uang sebesar Rp20 Miliar.

Share This: