Delapan Tahanan KPK, Berikan Suaranya di Pemilukada Putara Dua

_

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua diikuti oleh hampir seluruh angggota masyarakat yang memiliki hak pilih. Baik masyarakat yang berada di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, maupun yang berada di Rutan atau Lembaga Pemasyarakatan.

Delapan Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua di Gedung KPK lama di Jalan HR Rasuna Said Kav C1, Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 10.30, delapan tahanan KPK melakukan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, kedelapan Tahanan KPK itu antara lain Patrialis Akbar yang merupakan Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi, Fachmi Darmawansyah, Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel Mallarangeng), Marisi, Ramapanicker Rajamohanan Nair, Muhammad Sanusi, M Adami Okta, dan Andi Taufan Tiro.

“Sekarang ada 8 kemarin kan cuma ada 7. Sekarang ada tambahan 1,” ungkap Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kec. Setia Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Dari kedelapan tahanan yang memberikan hak suaranya, tiga diantara tahanan KPK tersebut, kompak memberikan dukungan kepada Paslon nomor 3.

“Sudah tiga,” ungkap Andi Taufan Tiro sambil mberikan simbol jari tiga kepada wartawan.

“Tiga dong,” beber Choel Mallarageng.

Dirinya pun juga menitipkan harapan serta pesan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih nantinya agar dapat berbuat yang terbaik untuk Jakarta.

“Siapapun yang menang, berbuat terbaik untuk Jakarta. Untuk kita semua,” kata Choel.

Dalam kesempatan ini pula, Mantan Hakim MK, Patrialis Akbar pun memberikan suaranya. Ini berbeda seperti  saat putaran pertama pada 15 Februari lalu, dimana dirinya tak menggunakan hak pilihnya karena harus mengenakan rompi tahanan.

“Terima kasih ya, saya sudah ya mencoblos,” ungkap pria yang mengenakam Kemeja Batik Coklat tersebut.

Penghuni lembaga permasyarakatan (lapas) di DKI Jakarta ikut memeriahkan pesta demokrasi pada Pilgub putaran kedua. Sebanyak 4.212 warga binaan akan menggunakan hak suaranya di enam lapas yang ada di Jakarta.

“Penghuni lapas dan rutan di wilayah lapas Narkotika kelas II A dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) terbanyak yakni 1.145 pemilih. Disusul WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) lapas kelas I Cipinang sebanyak 1.108 pemilih, dan WBP Rutan Kelas I Cipinang sebanyak 921 pemilih,” ujar ujar Kasubag Publikasi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Syarpani dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (18/4/2017) malam.

“Kemudian di lapas Cipinang 1.108 pemilih, lapas Salemba 347 pemilih, lapas Narkotika Jakarta 1.145 pemilih, Rutan Cipinang 921 pemilih, Rutan Jakarta Pusat 421 pemilih dan Rutan Jakarta Timur 270 pemilih,” tambahnya.

Share This: